Pernyataan Tajam Nicolle Wallace kepada Tucker Carlson
Nicolle Wallace, pembawa acara Deadline: White House di MS NOW, menolak permintaan maaf Tucker Carlson atas peranannya dalam mendukung Donald Trump. Ia mengkritik keras permintaan maaf tersebut sebagai tindakan yang terlambat dan tidak tulus.
"Saya tidak tahu, saya tidak tahu. Saya benar-benar tidak tahu," ujar Wallace saat membuka acara pada Selasa (16/7). Ia melanjutkan, "Apa yang tidak diketahui Tucker Carlson sebelum 2024? Apa yang tidak diketahui? Donald Trump sudah pernah menyentuh wanita secara tidak senonoh, sudah pernah memicu kerusuhan mematikan, dan Tucker Carlson sendiri pernah menyebut Trump sebagai 'kekuatan iblis'. Jadi, saya tidak percaya. Saya tidak percaya padamu, Tucker."
Latar Belakang Permintaan Maaf Carlson
Permintaan maaf Carlson disampaikan setelah ia mengakui peranannya dalam memengaruhi pemilih untuk memilih Trump. Ia menyatakan bahwa jurnalismenya turut berperan dalam menentukan hasil pemilihan presiden.
Carlson mengungkapkan penyesalannya dalam percakapan dengan saudaranya, Buckley, dengan mengatakan:
"Saya rasa ini saatnya untuk merenungkan hati nurani kita masing-masing. Kita akan disiksa olehnya untuk waktu yang lama — dan saya akan begitu. Saya ingin mengatakan maaf karena telah menyesatkan orang, meskipun itu tidak disengaja. Itu saja yang bisa saya katakan."
Kritik Wallace terhadap Carlson
Wallace menanggapi pernyataan Carlson dengan sindiran tajam. Ia menyebut Carlson telah membantu Trump sebanyak tiga kali, sejak pemilihan presiden pertama hingga ketiga.
"Ini menarik, karena banyak orang masih menonton dan mendengarkannya, serta podcaster kanan lainnya yang mengikutinya — seperti Megyn Kelly," kata Wallace. Ia juga menyoroti bahwa pernyataan penyesalan Carlson menunjukkan adanya pergeseran dalam koalisi pendukung Trump.
Fraktur dalam Basis Pendukung Trump
Angelo Carusone, Presiden Media Matters, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengakui adanya perpecahan dalam basis pendukung MAGA. Namun, ia menekankan bahwa alasan di balik penyesalan tersebut "sebenarnya mengkhawatirkan dan menakutkan".
Sorotan terhadap Kegagalan Trump
Wallace juga menyoroti kegagalan Trump dalam memenuhi janji-janjinya selama kampanye, seperti menjaga Amerika dari perang, merilis berkas Epstein, atau menurunkan harga-harga. Ia menambahkan bahwa mayoritas besar masyarakat Amerika menganggap perilaku Trump tidak cocok untuk jabatan yang diembannya.
Acara ini menjadi sorotan karena menunjukkan adanya pergeseran sikap di kalangan pendukung Trump, terutama setelah tiga kali pemilihan presiden.