Sebuah pejabat tinggi pemerintahan mantan Presiden Donald Trump memberikan pesan rahasia kepada Iran pada Minggu (12/1) mengenai rencana operasi militer AS untuk 'mengarahkan' kapal-kapal melalui Selat Hormuz. Pesan tersebut juga berisi peringatan agar Iran tidak ikut campur dalam operasi tersebut, menurut seorang pejabat AS dan sumber yang mengetahui hal tersebut.
Latar belakang dan dampak: Pesan pribadi ini menunjukkan bahwa Gedung Putih berupaya mengurangi risiko eskalasi konflik. Namun, Iran tetap melancarkan serangkaian serangan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS, kapal-kapal dagang, dan fasilitas di Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Selasa.
Perkembangan terbaru:
- Selasa (14/1): Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dan Ketua Gabungan Kepala Staf AS, Jenderal Dan Caine, menyatakan bahwa serangan Iran dianggap sebagai tindakan di bawah ambang batas untuk memulai kembali operasi tempur besar-besaran.
- Hegseth menyebutkan bahwa AS telah memberikan peringatan kepada Iran, baik secara terbuka maupun tertutup, untuk memungkinkan operasi defensif ini berlangsung demi kepentingan global.
- Caine menegaskan bahwa gencatan senjata saat ini masih berlaku, meskipun terjadi ketegangan di awal pelaksanaan operasi Hormuz.
Operasi Hormuz dan respons Iran:
Pada hari pertama operasi, Iran melakukan beberapa serangan terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS yang melintasi selat, serta terhadap kapal-kapal komersial di wilayah tersebut dan target di UEA. Meskipun demikian, tidak ada serangan baru yang dilaporkan pada hari Selasa.
Pejabat parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan melalui platform X bahwa Iran berhasil menciptakan 'persamaan baru' melalui serangan balasan pada Senin (13/1). Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga menyebut bahwa negosiasi dengan AS yang dimediasi oleh Pakistan sedang mengalami kemajuan dan mendesak pemerintahan Trump untuk tidak terjebak dalam konflik yang lebih luas.
Kesiapan militer AS:
Hegseth dan Caine menyatakan bahwa militer AS siap untuk segera melanjutkan perang jika Presiden Trump memberikan perintah. Meskipun demikian, dalam 24 jam pertama operasi, tidak ada peningkatan signifikan dalam arus minyak atau kargo melalui selat. CENTCOM melaporkan hanya dua kapal berbendera AS yang melintas pada Senin, dan tidak ada kapal pada Selasa.
Hegseth mengklaim bahwa 'ratusan kapal lainnya' sedang mengantre, namun sebagian besar perusahaan pelayaran tampaknya masih ragu untuk memercayai jaminan pemerintah AS mengenai terbukanya jalur tersebut.
Serangan terbaru terhadap UEA:
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan bahwa Iran melancarkan serangan baru menggunakan rudal dan drone terhadap negara tersebut pada Selasa (14/1). Sistem pertahanan udara UEA berhasil menanggulangi serangan tersebut.