Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menuduh seorang prajurit Angkatan Darat AS menggunakan informasi rahasia untuk meraup keuntungan besar dari taruhan daring mengenai penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada Januari lalu.
Pada Kamis (12/9), otoritas federal mendakwa Gannon Ken Van Dyke, sersan master dengan pangkat master sergeant di US Army Special Forces, atas tuduhan menggunakan informasi rahasia terkait Operasi Absolute Resolve—rencana penangkapan Maduro—untuk bertransaksi di Polymarket, platform prediksi yang memungkinkan pengguna bertaruh pada berbagai peristiwa.
Menurut keluhan sipil dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Van Dyke diduga memanfaatkan pengetahuannya tentang operasi militer tersebut untuk menempatkan taruhan senilai lebih dari $404.000 di Polymarket. Ia kini dihadapkan pada lima tuntutan pidana, termasuk pelanggaran Commodity Exchange Act, penipuan kawat, dan transaksi moneter ilegal.
CFTC juga menuntut agar Van Dyke dikenai sanksi denda, pencabutan keuntungan ilegal, dan larangan bertransaksi di pasar yang diatur kembali.
Penggunaan Informasi Rahasia untuk Keuntungan Pribadi
“Terdakwa diduga telah melanggar kepercayaan yang diberikan pemerintah AS kepadanya dengan menggunakan informasi rahasia tentang operasi militer sensitif untuk menempatkan taruhan mengenai waktu dan hasil operasi tersebut demi keuntungan pribadi,” ujar Jay Clayton, Jaksa AS untuk Distrik Selatan New York, dalam pernyataannya.
“Itu jelas merupakan praktik perdagangan orang dalam dan ilegal menurut hukum federal.”
Polymarket Sambut Tindakan Tegas terhadap Insider Trading
Polymarket, yang telah lama menjadi sorotan karena tuduhan praktik perdagangan orang dalam, dengan cepat menyambut tindakan ini. Platform prediksi ini memungkinkan pengguna bertaruh pada berbagai peristiwa, mulai dari pertandingan olahraga hingga keputusan bank sentral atau pernyataan CEO perusahaan besar.
Menurut laporan, Van Dyke menggunakan nama pengguna “Burdensome-Mix” untuk menempatkan taruhan senilai sekitar $33.000 pada empat kontrak terkait Venezuela dan penggulingan Maduro antara Desember 2023 hingga Januari 2024. Penangkapan Maduro sendiri terjadi pada tanggal 3 Januari 2024.
Dukungan dari Komisioner CFTC
Michael Selig, anggota Komisi CFTC yang mengawasi pasar komoditas terdaftar—termasuk pasar prediksi—juga memberikan apresiasi atas tindakan ini. Selig sebelumnya mendapat kritikan karena dianggap tidak tegas dalam menangani dugaan insider trading di pasar prediksi sepanjang tahun ini.
“Saya telah menyatakan dengan jelas: siapa pun yang terlibat dalam perdagangan orang dalam di pasar mana pun akan menghadapi konsekuensi hukum sepenuhnya,” tegas Selig dalam pernyataan yang disampaikan pada Jumat pagi.
Insiden ini kembali menyoroti tantangan dalam mengawasi pasar prediksi yang semakin populer namun rentan terhadap manipulasi dan penyalahgunaan informasi rahasia.