Puasa Intermiten Berpotensi Atasi PCOS dengan Menurunkan Berat Badan

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa puasa intermiten dapat membantu menurunkan berat badan dan memperbaiki keseimbangan hormon pada perempuan dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Kondisi ini memengaruhi sekitar 10–13% perempuan usia reproduktif di dunia.

PCOS adalah gangguan endokrin yang ditandai dengan kesulitan menurunkan berat badan, resistensi insulin, dan kadar hormon testosteron tinggi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko diabetes dan komplikasi kesehatan lainnya.

Hasil Penelitian tentang Puasa Intermiten dan PCOS

Sebuah studi yang dipublikasikan di Nature Medicine menemukan bahwa puasa intermiten dapat memperbaiki hormon pada perempuan dengan PCOS, yang pada akhirnya membantu proses penurunan berat badan. Penelitian ini melibatkan 76 partisipan yang dibagi menjadi tiga kelompok selama enam bulan:

  • Kelompok puasa waktu terbatas (TRE): Makan hanya dalam jendela waktu enam jam (13.00–19.00) tanpa menghitung kalori.
  • Kelompok pembatasan kalori: Mengurangi asupan energi harian sebesar 25%.
  • Kelompok kontrol: Tidak menerapkan pembatasan diet apapun.

Hasilnya, kedua kelompok yang menjalani diet (TRE dan pembatasan kalori) berhasil menurunkan berat badan secara signifikan. Selain itu, kelompok TRE juga menunjukkan perubahan positif pada kadar testosteron dan A1C, penanda risiko diabetes.

"Kami mencari cara lain untuk menurunkan kadar testosteron pada perempuan dengan PCOS tanpa obat-obatan. Salah satu caranya adalah melalui penurunan berat badan. Jika seseorang berhasil menurunkan 5% berat badannya, kadar testosteron bisa turun secara alami."
— Krista Varady, PhD, profesor kinesiologi dan nutrisi di University of Illinois Chicago

Manfaat Puasa Intermiten untuk Penderita PCOS

Puasa intermiten tidak hanya efektif untuk menurunkan berat badan, tetapi juga memiliki keunggulan dibandingkan metode diet lainnya. Menurut Kristin Kirkpatrick, ahli diet terdaftar dari Cleveland Clinic, metode ini lebih mudah dijalankan dibandingkan dengan menghitung kalori atau makro nutrisi.

"Puasa intermiten dapat meningkatkan kepatuhan seseorang terhadap diet, sehingga mendukung penurunan berat badan dan perbaikan metabolisme. Namun, kualitas makanan tetap menjadi faktor utama," ujar Kirkpatrick.

Selain itu, puasa intermiten juga dapat membantu:

  • Mengurangi resistensi insulin, yang umum terjadi pada penderita PCOS.
  • Menurunkan kadar testosteron, yang berperan dalam gejala PCOS seperti pertumbuhan rambut berlebih dan jerawat.
  • Mengurangi risiko diabetes dengan memperbaiki kadar A1C.

Pilihan Alternatif untuk Mengatasi PCOS

Pengobatan PCOS umumnya menggunakan kontrasepsi hormonal, namun metode ini dapat menimbulkan efek samping seperti perubahan suasana hati, penurunan libido, dan peningkatan risiko stroke. Oleh karena itu, puasa intermiten menjadi pilihan alami yang lebih aman.

Varady menambahkan, "Puasa intermiten bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan tanpa obat-obatan. Metode ini juga membantu mengatasi resistensi insulin, yang sering dialami penderita PCOS."

Kesimpulan

Puasa intermiten menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam membantu perempuan dengan PCOS menurunkan berat badan, memperbaiki hormon, dan mengurangi risiko komplikasi kesehatan. Meskipun demikian, konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap disarankan sebelum memulai metode ini.

Sumber: Healthline