Pusat data utama Amazon Web Services (AWS) di Virginia Utara, Amerika Serikat, terpaksa dimatikan karena suhu berlebih pada Kamis (12/6). Menurut The Next Web, para insinyur AWS terpaksa membatasi layanan dan mengalihkan lalu lintas pelanggan ke fasilitas lain. Dampaknya, sejumlah layanan seperti platform crypto Coinbase mengalami gangguan parah pada layanan inti perdagangan.
Hingga Jumat pagi, kondisi belum membaik. AWS belum memberikan perkiraan kapan masalah ini akan selesai. "Kami sedang berupaya menambah kapasitas sistem pendingin untuk memulihkan perangkat keras yang terdampak," kata AWS dalam pembaruan resmi.
Meskipun AWS menyatakan masalah telah terselesaikan pada pukul 11.30 WIB, gangguan berkelanjutan di wilayah Virginia Utara masih menyebabkan timeout pada beberapa layanan hingga lebih dari satu jam kemudian.
Penyebab yang Jarang Terjadi
Menurut Daniel Mewton, pakar infrastruktur energi dan mitra hukum di firma Slaughter and May, pemadaman total seperti ini sangat jarang terjadi. "Anda perlu beroperasi lebih dari 99,99 persen waktu," ujarnya kepada Reuters.
Ironisnya, insiden ini terjadi di tengah maraknya pembangunan pusat data untuk menopang pertumbuhan AI. Saat ini, pusat data menyumbang 0,5 persen emisi karbon global. Para peneliti Cornell memperkirakan, jika tren AI terus berlanjut, emisi CO₂ dari pusat data bisa mencapai 24 hingga 44 juta metrik ton pada 2030—setara dengan menambah 5 hingga 10 juta mobil di jalan raya AS.
Dilema Lingkungan: Panas Menghancurkan yang Dihancurkan
Sebuah studi kontroversial bahkan menemukan bahwa pusat data dapat meningkatkan suhu di wilayah sekitarnya dalam radius mil. Hal ini menciptakan lingkaran setan: pusat data mati karena kepanasan, sementara operasinya justru memperparah pemanasan global.
"Ini adalah ironi yang sulit diabaikan," kata seorang ahli lingkungan. "Pusat data mati karena suhu ekstrem, padahal mereka adalah salah satu penyumbang utama pemanasan yang menyebabkan suhu naik."
Dampak Lebih Luas dan Kontroversi
Pembangunan pusat data juga menuai kritik karena sering kali melibatkan taktik tidak etis, seperti pemanfaatan lahan adat masyarakat adat. Aktivis lingkungan menuding perusahaan teknologi menggunakan celah hukum untuk membangun fasilitas tanpa persetujuan masyarakat setempat.
Masalah ini semakin kompleks mengingat kebutuhan energi AI yang terus meningkat. Sementara itu, solusi untuk mengurangi dampak lingkungan masih minim. Para ahli menyerukan perlunya inovasi dalam sistem pendingin dan efisiensi energi untuk mencegah insiden serupa di masa depan.