Las Vegas — Tiga anggota Kongres dari Partai Republik AS memperingatkan bahwa lemahnya regulasi aset digital, khususnya Bitcoin, di Amerika Serikat dapat dimanfaatkan oleh Tiongkok untuk mendominasi sektor ini. Pernyataan ini disampaikan dalam panel bertajuk "The Bitcoin Bloc: A New Force in American Politics" di Konferensi Bitcoin 2026, Senin (12/8).

Anggota Kongres yang hadir antara lain Rep. Mariannette Miller-Meeks (R-Iowa), Rep. Zach Nunn (R-Iowa), dan Rep. Mike Lawler (R-NY). Diskusi dipandu oleh Faryar Shirzad, Direktur Kebijakan Utama Coinbase.

Bitcoin sebagai 'Demokrasi Finansial' dan Ancaman Tiongkok

Miller-Meeks menggambarkan Bitcoin sebagai "demokrasi finansial" dan menghubungkan adopsi aset digital dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Ia menekankan bahwa mendukung Bitcoin merupakan tindakan patriotik dan mengaitkan kebijakan crypto dengan keamanan nasional.

Anggota Kongres dari Iowa ini juga menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap dominasi Amerika dalam sektor aset digital. Ia menyebutkan bahwa Bitcoin dapat melindungi perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga dengan memberikan akses sumber daya di luar jangkauan pemerintah. Miller-Meeks mengungkapkan bahwa banyak warga senior Amerika yang masih skeptis terhadap keamanan aset digital.

Persaingan AS-Tiongkok dalam Industri Bitcoin

Baik Miller-Meeks maupun Nunn menekankan bahwa persaingan dengan Tiongkok menjadi pendorong utama kebijakan crypto di AS. Miller-Meeks menyatakan bahwa meskipun Tiongkok terus berupaya memimpin dalam sektor aset digital, Amerika tetap menjadi lingkungan terbaik untuk inovasi.

Sementara itu, Nunn memperingatkan bahwa kegagalan Amerika untuk memajukan kepemimpinan dalam Bitcoin dan aset digital dapat menimbulkan risiko keamanan nasional. Ia menyerukan pertanggungjawaban terhadap Tiongkok dan menekankan bahwa kekalahan Partai Demokrat dalam pemilu November dapat membalikkan kemajuan legislatif selama 18 bulan terakhir. Hal ini, menurutnya, akan membuka peluang bagi lawan Amerika untuk mengambil alih sementara AS tertinggal.

"Keputusan dan pemilu memiliki konsekuensi," kata Nunn, sembari menunjuk pada sejumlah politisi Demokrat yang anti-crypto sebagai contoh risiko yang dihadapi.

Nunn juga menyoroti kemajuan yang telah dicapai Kongres dan sektor crypto, termasuk denda jutaan dolar yang dijatuhkan oleh SEC di bawah kepemimpinan Gary Gensler terhadap pelanggaran yang tidak dipahami oleh mantan ketua tersebut. Gensler diberhentikan pada masa pemerintahan Trump.

Perlunya Kerangka Regulasi yang Komprehensif

Lawler menyebutkan Undang-Undang GENIUS sebagai langkah positif, namun menekankan bahwa Kongres harus menetapkan kerangka regulasi federal yang menyeluruh. Ia mengutip opini Menteri Keuangan Scott Bessent di The Wall Street Journal dan menyatakan bahwa kepastian regulasi akan menempatkan Amerika di garis depan industri aset digital.

Lawler, yang berasal dari New York, berharap agar industri crypto tetap beroperasi di negara bagian tersebut dengan jaminan keamanan. Ia juga menekankan bahwa regulasi SEC harus melayani kepentingan terbaik industri crypto.

Pajak Ganda pada Penambangan Bitcoin

Nunn mengkritik kebijakan pajak ganda terhadap operasi penambangan Bitcoin. Ia mempertanyakan mengapa AS mengenakan pajak berbeda pada penambangan Bitcoin dibandingkan dengan bentuk ekstraksi aset lainnya. Menurutnya, pajak yang berlebihan akan mendorong inovasi ke negara lain dan mengurangi daya saing Amerika.

Diskusi panel ini mencerminkan perubahan sikap Partai Republik terhadap aset digital, yang kini lebih menekankan pada persaingan geopolitik dan kebebasan finansial individu daripada perlindungan konsumen atau stabilitas keuangan.