Senator Richard Blumenthal dari Connecticut tampil sebagai bintang tamu dalam acara Morning Joe di MSNBC pada Senin (12/8). Ia menyerang keras calon hakim federal yang didukung mantan Presiden Donald Trump karena menolak menyatakan Joe Biden sebagai pemenang pemilu 2020.

Blumenthal menyebut sikap mereka sebagai "mengerikan dan tidak masuk akal". "Jawaban-jawaban yang mereka berikan menunjukkan ketakutan terhadap Donald Trump, yang mengindikasikan kurangnya independensi," ujar Blumenthal di hadapan pemirsa Morning Joe.

Lebih lanjut, Blumenthal menekankan pentingnya independensi dalam sistem peradilan. "Kita sering melupakan, di tengah kekacauan pemerintahan Trump, apa yang ia lakukan terhadap sistem peradilan federal. Sistem ini seharusnya menjadi benteng kebebasan kita, sebuah tembok penghalang—meski tidak selalu sempurna—setidaknya di tingkat pengadilan negeri, untuk menjamin hak dan kebebasan warga," jelasnya.

Menurut Blumenthal, generasi hakim federal saat ini kehilangan rasa independensi dan ketidakberpihakan. "Bagi sebagian besar orang, hakim negeri federal di negara bagian mereka—entah itu di Tennessee atau Connecticut—adalah wajah dan suara keadilan. Namun, mereka tidak hanya menolak menyatakan Biden sebagai pemenang pemilu, mereka juga memiliki jawaban yang sudah dihafal dan diulang-ulang," tambahnya.

Dalam acara tersebut, rekan sejawat Blumenthal di Morning Joe, Jonathan Lemire, memutar cuplikan sidang Komite Kehakiman Senat pekan lalu. Dalam sidang itu, Blumenthal secara tegas menanyakan kepada beberapa calon hakim siapa yang memenangkan pemilu 2020. Hampir semua dari mereka menjawab Biden sebagai "pemenang yang telah diverifikasi".

Blumenthal juga mengungkapkan bahwa jawaban para calon hakim tersebut begitu membingungkan sehingga bahkan Senator Chuck Grassley, Ketua Komite Kehakiman, sempat kebingungan. "Ada momen ketika Senator Grassley, sang ketua, menoleh ke stafnya dengan mikrofon yang masih menyala dan bertanya, 'Mengapa mereka tidak bisa langsung mengatakan Joe Biden memenangkan pemilu?'" ungkap Blumenthal.

Menurut Blumenthal, jawaban para calon hakim tersebut menunjukkan pengaruh Trump yang begitu kuat. "Ini karena dendam dan kesombongan Donald Trump. Mungkin ada strategi tertentu di balik ini, tapi saya rasa mereka hanya menghafal jawaban standar. Sikap ini membuat mereka terlihat mengerikan dan tidak masuk akal, bahkan di depan keluarga mereka sendiri, karena gagal menunjukkan independensi saat ditekan," tegasnya.

Sumber: The Wrap