Senator Republik Ancam Blokir Calon Jaksa Agung Trump
Senator Republik Thom Tillis dari North Carolina yang akan pensiun mengancam akan menghalangi konfirmasi Todd Blanche sebagai Jaksa Agung Amerika Serikat. Tillis menyatakan Blanche berada dalam "perairan berbahaya" dan tidak layak untuk posisi tersebut.
Alasan Penolakan Tillis
Tillis memberikan pernyataan keras setelah Blanche, yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Sementara, memberikan komentar kontroversial di Conservative Political Action Conference (CPAC) bulan lalu. Blanche membanggakan tindakannya yang "membersihkan rumah" dengan memberhentikan jaksa federal yang menangani kasus kerusuhan Capitol 6 Januari 2021.
Blanche juga memuji pembebasan massal oleh Donald Trump pada Hari Pelantikan 2025 terhadap pendukungnya yang terlibat dalam kerusuhan tersebut. Ia menyatakan, "Ketika orang berkata 'Anda tidak melakukan apa-apa,' saya katakan, 'Anda memiliki ingatan yang sangat pendek.'"
"Siapa pun yang tidak mendukung aparat pada 6 Januari tidak layak dipertimbangkan untuk posisi di Komite Yudisial," tegas Tillis dalam wawancara dengan Semafor. Ia menambahkan, "Blanche bukan politikus, tapi jika ia berperilaku seperti politikus, ia akan diperlakukan seperti itu."
Pengaruh Tillis dalam Proses Konfirmasi
Tillis memiliki kekuatan untuk memblokir calon di Komite Yudisial Senat. Jika semua senator Demokrat bersatu menentang Blanche, suara Tillis saja sudah cukup untuk menentukan keputusan. Ia berencana menggunakan hak suaranya untuk menolak Blanche jika calon tersebut diajukan.
Tillis menekankan prinsipnya: "Siapa pun yang tidak mendukung aparat pada 6 Januari tidak layak dipertimbangkan untuk posisi di Komite Yudisial."
Latar Belakang Blanche dan Hubungannya dengan Trump
Blanche bergabung dengan tim hukum Trump pada 2023 sebagai pengacara pertahanan dalam kasus pidana mantan presiden tersebut. Ia kemudian naik jabatan dalam pemerintahan Trump kedua, pertama sebagai deputi Pam Bondi dan kemudian menggantikannya setelah Bondi diberhentikan awal bulan ini.
Bondi dipecat karena gagal memenuhi tuntutan Trump untuk menindak musuh politiknya dan menangani kasus Epstein. Setelah Bondi lengser, Blanche berusaha menyesuaikan diri dengan cepat. Dalam beberapa minggu sejak menjabat sebagai Jaksa Agung Sementara, ia telah melakukan berbagai tindakan untuk menyenangkan Trump, antara lain:
- Mempercepat investigasi terhadap konspirasi pro-Trump;
- Memecat jaksa yang menegakkan hukum perlindungan klinik aborsi;
- Membela keterlibatan langsung Gedung Putih dalam urusan Departemen Kehakiman;
- Mengajukan tuntutan kontroversial terhadap Southern Poverty Law Center karena membantu penegakan hukum terhadap ekstremisme politik.
John Fishwick, mantan jaksa AS di Virginia, menyatakan, "Blanche tahu Trump menginginkan tindakan dalam kasus-kasus yang disasar Trump secara publik. Mencoba memenuhi harapan Trump selalu menjadi tantangan, tapi Blanche bergerak cepat di DOJ untuk mendapatkan hasil yang diinginkan presiden."
Dampak Politik dan Masa Depan Blanche
Ancaman Tillis menambah tekanan terhadap Blanche yang tengah berusaha mendapatkan dukungan untuk posisi permanen sebagai Jaksa Agung. Jika Tillis dan senator Demokrat lainnya tetap menolak, Blanche kemungkinan besar tidak akan dikonfirmasi.