Seorang streamer kontroversial dengan julukan "Chud the Builder", yang dikenal karena ujaran kebencian rasialnya, kini menjadi sorotan setelah terlibat insiden tembak-menembak di Clarksville, Tennessee. Dalton Eatherly, 28 tahun, pria berjenggot dan mengenakan topi koboi, ditembak oleh seorang pria yang memukulnya terlebih dahulu, menurut laporan polisi.
Eatherly juga mengalami luka tembak ringan pada dirinya sendiri selama insiden tersebut. Ia kini dihadapkan pada tuduhan upaya pembunuhan oleh jaksa wilayah Montgomery County. Insiden ini terjadi di wilayah pinggiran Nashville yang relatif tenang, mengejutkan warga setempat.
"Semua orang tahu ini akan terjadi," komentar streamer populer Asmongold seusai insiden itu. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai "kerugian besar bagi citra" karena perilaku Eatherly yang semakin melampaui batas.
Dari Provokasi hingga Kekerasan: Perjalanan 'Chud the Builder'
Eatherly memulai karirnya sebagai streamer dengan konten-konten bernuansa rasial yang disengaja. Ia kerap menggunakan istilah rasis seperti "n-word" dan membandingkan orang berkulit hitam dengan monyet dengan ungkapan "chimping out". Saat korban bereaksi marah, ia justru mendorong mereka untuk menyerangnya agar ia memiliki alasan untuk membela diri dengan senjata atau gas air mata.
Kebiasaan ini membuatnya menjadi sosok yang ditakuti dan dibenci di kalangan warga Clarksville. Namun, di sisi lain, kontennya yang provokatif justru mendatangkan perhatian luas. Akun-akun "clipping" di media sosial, yang mengambil momen-momen paling menyinggung dari streaming panjangnya, mempopulerkan videonya lebih luas. Ia bahkan pernah diundang ke program InfoWars dan acara online Gavin McInnes, pendiri Proud Boys, untuk membela kebebasan berbicara sambil mencoba "mengklaim" kata rasis untuk orang kulit putih.
Reaksi keras pun datang dari berbagai pihak. Beberapa kreator konten kulit hitam di YouTube mengancam akan melakukan tindakan keras terhadapnya. DJ Akademiks, podcaster hip-hop ternama, bahkan sempat menyebutkan bahwa seseorang mungkin perlu "melakukan sesuatu" terhadap Eatherly, dengan nada yang menyerupai ancaman pembunuhan.
Ekonomi Perhatian dan Dampak Konten Ekstrem
Perilaku Eatherly menunjukkan pola yang umum di dunia maya saat ini: provokasi untuk mendapatkan perhatian, yang kemudian memicu reaksi keras yang juga mendatangkan perhatian lebih besar. Pola ini terbukti menguntungkan secara finansial.
Di Clarksville, tempat ia tinggal, Eatherly telah menjadi sosok yang kontroversial. Ia berhasil mengumpulkan $65.000 melalui kampanye crowdfunding dan bahkan meluncurkan "$CHUD", sebuah memecoin yang dinamai sesuai julukannya. Aktivitasnya yang semakin liar sejak awal 2024 atau awal 2025, bermula dari insiden road rage dengan seorang wanita berkulit hitam, menunjukkan bagaimana kebencian dan kontroversi dapat dimonetisasi.
Para ahli media sosial menyoroti bahwa platform digital telah menciptakan ekosistem di mana konten ekstrem dan provokatif justru dihargai dengan perhatian, uang, dan pengikut. Hal ini mendorong individu-individu seperti Eatherly untuk terus melampaui batas demi mendapatkan lebih banyak eksposur.
"Ketika seorang figur online yang naik daun sampai menembak orang, sudah saatnya kita mempertanyakan bagaimana ekonomi streaming dan dukungan sayap kanan terhadap figur paling tidak bertanggung jawab dapat menciptakan sosok seperti 'Chud the Builder'."
Tantangan bagi Platform dan Masyarakat
Insiden ini menimbulkan pertanyaan serius tentang tanggung jawab platform media sosial dan komunitas daring dalam mengendalikan konten berbahaya. Meskipun kebebasan berekspresi tetap menjadi hak fundamental, penyebaran ujaran kebencian dan provokasi yang disengaja dapat berujung pada tindakan kekerasan di dunia nyata.
Para pengamat menyerukan agar masyarakat dan platform digital lebih selektif dalam memberikan ruang bagi konten-konten yang bertanggung jawab. Mereka juga menekankan pentingnya mendukung kreator yang berkontribusi positif demi menciptakan lingkungan daring yang lebih sehat.