Setelah 71 tahun berlaku, Swiss akhirnya mencabut larangan balap nasional yang diberlakukan sejak tragedi Le Mans 1955 yang menewaskan lebih dari 80 orang. Keputusan ini diumumkan oleh Dewan Federal Swiss pada Rabu (19/6), dengan aturan baru yang mulai berlaku pada 1 Juli 2024.
Selama ini, Swiss telah memberikan pengecualian untuk balap non-sirkuit, seperti reli dan balap tanjakan. Namun, larangan untuk balap sirkuit resmi kini resmi dicabut, membuka jalan bagi penyelenggaraan acara besar seperti Formula 1.
Keputusan ini sejalan dengan perkembangan positif balap di Swiss sejak diizinkannya Formula E pada 2018 dan 2019. Meskipun Formula 1 sudah mendominasi Eropa, kehadiran balap listrik di Swiss dianggap sebagai langkah awal yang positif.
Ke depannya, 26 kanton di Swiss akan memiliki wewenang untuk mengizinkan atau melarang balap sirkuit di wilayah masing-masing. Meskipun demikian, pembangunan sirkuit kelas dunia, terutama yang memenuhi standar FIA Grade 1, membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, kemungkinan penyelenggaraan Grand Prix Swiss masih menjadi spekulasi.
Selama larangan berlaku, Swiss tetap melahirkan pembalap-pembalap hebat, seperti legenda F1 Clay Regazzoni dan Sébastien Buemi, yang kini dikenal sebagai juara empat kali di ajang 24 Hours of Le Mans bersama Toyota.