Sistem Story-Link yang diciptakan oleh Digixart dalam Tides of Tomorrow mungkin akan lebih diingat daripada cerita utamanya. Sistem ini memperkenalkan bentuk baru dalam bercerita pada game petualangan yang sarat narasi, sekaligus mendorong pemain untuk lebih sadar akan tindakan mereka. Di sini, pemain tidak hanya membentuk keputusan dan arah cerita untuk karakter Tidewalker mereka sendiri, tetapi juga memengaruhi cerita pemain lain—baik secara positif maupun negatif.

Meskipun terasa terbatas, sistem ini begitu menarik sehingga membuat pemain berharap konsep ini terus berkembang di masa depan. Dunia dalam Tides of Tomorrow digambarkan dalam kondisi yang memprihatinkan. Sang pemain berperan sebagai Tidewalker yang terbangun di tengah lautan penuh sampah plastik, nyaris tenggelam. Seorang wanita bernama Nahe menyelamatkan pemain dari air. Karakter pemain kemudian dapat memasuki Tides of Time untuk melihat pengalaman Tidewalker lain yang dipilih sejak awal permainan, dan menggunakan pengetahuan tersebut untuk membentuk jalan cerita dan keputusan mereka sendiri.

Nahe menjelaskan bahwa sebagai Tidewalker, pemain memiliki kemampuan untuk melihat visi masa lalu dan berbagi pesan serta pengalaman dengan pemain lain. Namun, hal ini juga berarti pemain memulai permainan sebagai seseorang yang tidak ingat masa lalunya atau dunia lama sebelum banjir, serta menderita penyakit Plastemia yang menyerang tubuh dan otak. Tujuan utama pemain adalah menemukan cara untuk menyembuhkan Plastemia dan meninggalkan dunia yang lebih baik dengan waktu yang tersisa, dengan mempersatukan tiga faksi: Reclaimer, Marauder, dan Mystic, sebagaimana diramalkan.

Secara sederhana, Tides of Tomorrow dapat dianggap sebagai komentar Digixart tentang dampak mikroplastik terhadap lingkungan. Game petualangan orang pertama ini menawarkan banyak pilihan yang membentuk perjalanan pemain. Setelah Nahe meninggalkan pemain di kota Reclaimer’s Scrap Harbour untuk mencari pedagang Ozen yang dapat memberikan pengobatan untuk memperpanjang hidup, pemain bebas menjelajah dan menuju ke Eyla. Namun, mendapatkan pengobatan tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Proses ini membawa pemain terlibat dengan berbagai faksi di berbagai wilayah dan membentuk cerita pemain lain.

Game ini juga memiliki unsur-unsur environmental storytelling, seperti buku catatan yang dapat ditemukan untuk dibaca, yang berisi pesan tentang orang-orang dan dunia, serta pertemuan singkat dengan NPC minor. Meskipun ada elemen platforming, stealth, dan balapan, fokus utama Tides of Tomorrow adalah eksplorasi dan interaksi dengan karakter lain—serta mengumpulkan Scrap. Banyak waktu dihabiskan untuk mencari sampah dan menemukan Scrap.

Cerita dalam game ini tergolong biasa saja. Bukan sesuatu yang luar biasa atau menakjubkan. Sebagian besar cerita terasa seperti komentar tentang bagaimana mikroplastik telah merasuki dan mencemari segala sesuatu di planet ini. Game ini menghadirkan skenario 'bagaimana jika' yang membayangkan kondisi terburuk. Tanpa mengungkap spoiler, game ini juga membahas konsep teknologi dan dampaknya jika orang-orang tertentu memiliki akses terhadap hal-hal yang dapat membantu dunia, tetapi justru digunakan untuk merugikan banyak orang.

Sumber: Siliconera