Tinder kini bermitra dengan Worldcoin, proyek milik Sam Altman, untuk memverifikasi identitas pengguna melalui pemindaian iris mata. Metode ini menggunakan perangkat berbentuk bola mata raksasa yang disebut Orb, yang dianggap sebagai cara paling invasif untuk membuktikan bahwa seseorang adalah manusia asli, bukan bot atau penipu.

Inisiatif ini diumumkan pada Jumat lalu oleh Tools for Humanity, startup biometrik yang dikembangkan Altman. Meskipun tujuannya untuk mengatasi masalah akun palsu dan penipuan di platform kencan, metode ini menuai banyak pertanyaan terkait privasi dan etika penggunaan data biometrik.

Menurut Altman, dalam waktu dekat, lebih banyak konten yang dihasilkan AI daripada manusia. Ia menekankan pentingnya membedakan keduanya demi masa depan digital yang lebih aman. “Saya tidak takut dengan masa depan asalkan kita bisa membedakan antara manusia dan AI,” ujarnya dalam acara yang diliput BBC.

Iming-iming Hadiah untuk Pengguna

Sebagai insentif, Tinder menawarkan lima kali “boost” kepada pengguna yang menyelesaikan pemindaian iris dan mendapatkan World ID. Boost ini meningkatkan visibilitas profil pengguna selama 30 menit, biasanya berharga hingga $10 per penggunaan. Namun, apakah hadiah ini cukup untuk menarik minat pengguna?

Sejarah Kontroversial Worldcoin

Worldcoin awalnya diluncurkan sebagai proyek kripto yang menawarkan token WLD sebagai imbalan atas pemindaian iris. Namun, nilai token tersebut kini hanya senilai 25 sen, jauh dari harga awal $7,50 saat diluncurkan. Selain itu, investigasi MIT Technology Review menemukan bahwa Worldcoin menggunakan praktik predatorik dengan menargetkan pekerja di negara-negara miskin untuk mendapatkan data biometrik mereka.

Sejumlah pemerintah telah mengambil tindakan tegas. Uni Eropa memerintahkan Worldcoin untuk menghapus semua data pemindaian iris warga negaranya. Di Kenya, pemerintah sempat menangguhkan operasinya pada 2023, sementara regulator data Inggris menyatakan akan menyelidiki praktiknya.

Apakah Tinder Membutuhkan Worldcoin atau Sebaliknya?

Dengan segala kontroversi yang menyertainya, kolaborasi Tinder dengan Worldcoin terlihat sebagai langkah berisiko. Saat ini, Worldcoin mengklaim telah memiliki 18 juta pengguna yang telah melakukan pemindaian iris. Mereka berharap dapat meningkatkan angka tersebut dengan memanfaatkan basis pengguna Tinder yang mencapai 50 juta pengguna aktif per minggu.

Namun, apakah pengguna Tinder bersedia menyerahkan data sensitif seperti iris mata demi verifikasi akun? Pertanyaan tentang keamanan dan privasi data tetap menjadi isu utama yang perlu dipertimbangkan.

Sumber: Futurism