Donald Trump dikabarkan tengah mengalami kesulitan tidur sejak beberapa waktu terakhir. Ketua Umum Partai Republik Florida, Pam Bondi, diberhentikan dari jabatannya, sementara Todd Blanche, Jaksa Agung Sementara, tengah berjuang keras untuk mempertahankan posisinya. Blanche baru-baru ini mengejutkan publik dengan mengajukan dakwaan federal baru terhadap Direktur FBI James Comey. Dakwaan tersebut dianggap tidak masuk akal karena didasarkan pada unggahan foto di Instagram yang menampilkan kerang di pantai dengan tulisan "86 47", yang ditafsirkan sebagai ancaman terhadap Presiden AS.

Trump sendiri mengungkapkan kegelisahannya dalam tulisan yang diterbitkan oleh The Bulwark. Ia menulis, "Pukul empat pagi, aku tak bisa tidur. Aku tidak tahu kenapa." Ia merasa acara makan malam kenegaraan untuk Raja Charles III berjalan lancar, tetapi merasa terusik dengan pandangan Raja yang menilai penyelenggaraan acara tersebut kurang layak. "Negara tidak mengadakan makan malam kenegaraan. Mereka menyebutnya jamuan kenegaraan. Dan Raja tidak tinggal di Gedung Putih yang bobrok dengan 132 kamar. Ia tinggal di Istana Buckingham dengan 775 kamar," tulisnya.

Trup juga mengeluhkan keterbatasan Gedung Putih. Ia mengungkapkan keinginannya untuk membangun ballroom setelah insiden percobaan pembunuhan terhadapnya akhir pekan lalu. Namun, rencana tersebut mendapat penolakan keras dari publik dan politisi Partai Republik di Kongres. Beberapa anggota Kongres bahkan menyarankan agar pemerintah yang membiayai pembangunan ballroom, yang langsung ditolak Trump. "Aku sudah bilang berkali-kali, ballroom ini tidak akan membebani warga," tegasnya.

Trump juga menyindir Kongres yang dianggapnya merepotkan. Ia mengunggah foto dirinya bersama Raja Charles dengan caption "DUA RAJA" sebagai bentuk candaan, tetapi mengakui bahwa menjadi raja akan jauh lebih mudah karena tidak perlu mematuhi Kongres atau jajak pendapat. Ia pun prihatin dengan hasil jajak pendapat terbaru yang menunjukkan 17 persen pendukungnya menyesali pilihan mereka, dengan alasan utama perang dengan Iran dan kondisi ekonomi.

Trump mengakui bahwa kedua isu tersebut saling terkait. Ia menyalahkan kenaikan harga bahan bakar akibat ketegangan geopolitik, termasuk ancaman terhadap selat yang tidak diantisipasi sebelumnya. Konflik dengan Iran disebutnya sebagai penyebab utama kegelisahannya. "Apa yang harus aku lakukan? Aku harus keluar dari sana," tulisnya, merujuk pada tekanan untuk tetap melanjutkan kebijakan yang ada.