Virginia Menyetujui Peta Distrik Kongres Baru

Pemilih Virginia pada Selasa (14/5) menyetujui rencana redistrik peta kongres negara bagian dengan selisih tipis. Keputusan ini mengubah arah pertempuran redistrik nasional yang dipicu mantan Presiden Donald Trump, setidaknya untuk saat ini, demi keuntungan Demokrat.

Demokrat mempertaruhkan strategi agresif dengan merombak peta distrik di negara bagian yang bersaing ketat (purple state) ini. Hasilnya, empat anggota Kongres dari Partai Republik kini menghadapi kemungkinan bersaing di distrik yang didominasi Demokrat, yang dirancang untuk 'menggusur' mereka pada pemilu November mendatang.

Perubahan Peta Politik Virginia

Dengan persetujuan ini, delegasi kongres Virginia diperkirakan akan berubah dari semula 6 kursi untuk Demokrat dan 5 untuk Republik menjadi sekitar 10 kursi untuk Demokrat dan hanya 1 untuk Republik. Padahal, pada pemilu 2024, Trump kalah tipis di Virginia dengan selisih kurang dari 6 poin.

Partai Republik berencana mengajukan banding ke Mahkamah Agung Virginia. Pada Februari lalu, pengadilan tersebut mengizinkan referendum Selasa untuk dilanjutkan tanpa memutuskan legalitasnya terlebih dahulu.

Perang Redistrik Nasional yang Dipicu Trump

Republik berharap dapat memulihkan posisi mereka dalam pertempuran redistrik yang dimulai Trump. Ia mendorong legislatif Texas untuk melakukan gerrymandering, yang berpotensi menambah lima kursi untuk Republik. Sementara itu, Gubernur Florida, Ron DeSantis, tengah mempertimbangkan peta baru yang dapat memberikan dua hingga lima kursi tambahan bagi Republik.

Pernyataan Para Pemimpin

"Perang ini belum berakhir. Pekan depan, Ron DeSantis akan memanggil legislatif Florida untuk sesi khusus guna merombak peta distrik. Para Republik sadar mereka berada di ambang kekalahan besar pada November nanti,"
ujar Ketua Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries (D-N.Y.).

"Pemilih Virginia telah berbicara. Malam ini, mereka menyetujui langkah sementara untuk melawan seorang presiden yang mengklaim 'berhak' atas lebih banyak kursi Republik di Kongres,"
kata Gubernur Virginia Abigail Spanberger dalam pernyataannya.

"Kami merespons dengan cara yang tepat — melalui kotak suara," tambah Spanberger. Ia sendiri memenangi pemilu enam bulan lalu dengan selisih 15 poin, namun popularitasnya menurun selama pertempuran redistrik ini.

"Demokrat Virginia tidak bisa mengubah realitas,"
tandas Anggota Kongres Richard Hudson (R-N.C.), Ketua Komite Kongres Nasional Republik. Ia menambahkan, "Selisih tipis ini menegaskan bahwa Virginia adalah negara bagian ungu yang tidak seharusnya direpresentasikan oleh gerrymandering partisan yang ekstrem."

Tantangan Tak Terduga bagi Republik

Strategi gerrymandering yang dilakukan Republik justru menghadapi kendala tak terduga. Beberapa anggota Republik secara pribadi mengkhawatirkan peta Texas yang mereka susun hanya akan menghasilkan dua atau tiga kursi baru, bukan lima seperti yang diharapkan.

Sebuah tanda peringatan muncul: angka persetujuan Trump anjlok sejak peta Texas disusun ulang. Survei menunjukkan bahwa keuntungan Republik di kalangan pemilih Latino pada 2024 telah hilang.

Langkah Trump di Texas memicu serangan balik Demokrat. Gubernur California Gavin Newsom merespons dengan menyusun ulang peta yang diperkirakan akan memberikan hingga lima kursi tambahan bagi Demokrat, sehingga secara efektif meniadakan strategi Republik di Texas.

Republik menargetkan keuntungan tambahan di Ohio (+2 kursi), North Carolina (+1), dan Missouri (+1). Di Utah, peta yang disusun oleh pengadilan berpotensi menciptakan satu kursi tambahan untuk Demokrat. Sementara di Indiana, legislatif yang didominasi Republik menolak tekanan Gedung Putih untuk menyusun ulang peta guna menguntungkan mereka.

Debat di Kalangan Demokrat

Banyak Demokrat melihat gerrymandering di Virginia sebagai upaya melawan api dengan api. Namun, selisih tipis dalam pemungutan suara Selasa — hanya tiga poin — memicu perdebatan di kalangan Demokrat mengenai biaya menggunakan taktik agresif Republik dalam redistrik.

Sumber: Axios