CDC Peringatkan Kenaikan 'Superbug' Penyebab Diare
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengeluarkan peringatan mengenai meningkatnya kasus bakteri Shigella yang resistan terhadap obat. Bakteri ini menyebabkan infeksi shigellosis dan telah menjadi perhatian karena resistensi terhadap lima antibiotik umum.
Data Kenaikan Kasus yang Mencemaskan
Berdasarkan laporan CDC pada 9 April 2024, kasus Extensively Drug-Resistant (XDR) Shigella meningkat sebesar 8,5% pada 2023. Dari 16.788 sampel bakteri Shigella yang dianalisis sejak 2011, sebanyak 510 di antaranya (3%) teridentifikasi sebagai XDR.
Kenaikan ini sangat signifikan karena pada periode 2011-2015, tidak ditemukan kasus XDR sama sekali. XDR Shigella resistan terhadap lima antibiotik yang sering digunakan, yaitu:
- ampisilin
- azitromisin
- seftriakson
- siprofloksasin
- trimetoprim-sulfametoksazol
Siapa yang Paling Berisiko?
Pola epidemiologi Shigella telah berubah. Jika sebelumnya kasus banyak terjadi pada anak-anak dengan strain yang rentan obat, kini XDR Shigella terutama menyerang pria dewasa dengan rata-rata usia 41 tahun.
Data perjalanan menunjukkan bahwa sebagian besar kasus diperoleh di dalam negeri. Dari data yang tersedia, 76,2% tidak melakukan perjalanan domestik dan 82,4% tidak melakukan perjalanan internasional dalam waktu dekat.
Bagaimana Shigella Menyebar?
Bakteri Shigella sangat mudah menular karena ditemukan dalam tinja. Menelan sejumlah kecil bakteri ini sudah cukup untuk menyebabkan infeksi. Berikut cara penularan yang umum terjadi:
- makanan atau air yang terkontaminasi tinja
- kontak langsung dengan orang yang sakit atau baru sembuh dari infeksi Shigella
- aktivitas seksual dengan orang yang terinfeksi
Dampak Resistensi Antibiotik
"Resistensi antibiotik adalah masalah global karena penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat di seluruh dunia," ujar Dr. William Schaffner, profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular dari Vanderbilt University School of Medicine.
"Di Amerika Serikat, dokter dan ahli kesehatan masyarakat telah berupaya menggunakan antibiotik secara bijak," tambahnya.
Saat ini, tidak ada antibiotik oral yang disetujui FDA untuk mengobati infeksi XDR Shigella. Hal ini semakin mempersulit penanganan kasus.
Apa yang Harus Dilakukan untuk Mencegah Penularan?
CDC menekankan pentingnya tindakan pencegahan sederhana untuk menghentikan penyebaran Shigella, terutama dengan:
- mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah mengganti popok
- menghindari kontak dengan orang yang sakit
- memastikan makanan dan air yang dikonsumsi bersih dan aman
- menggunakan kondom saat berhubungan seksual
Kesimpulan: Waspada dan Bertindak
Meningkatnya kasus XDR Shigella menunjukkan ancaman serius dari resistensi antibiotik. Meskipun sebagian besar kasus terjadi di dalam negeri, ancaman ini bersifat global. Pencegahan melalui kebersihan yang ketat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko infeksi.
Para ahli mendesak masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala diare yang tidak biasa dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti demam, mual, muntah, atau diare berdarah.