Ketegangan semakin meningkat di lingkungan internal Gedung Putih menyusul postingan kontroversial Presiden Donald Trump di Truth Social yang kerap muncul di tengah malam. Natalie Harp, asisten eksekutif Trump, disebut-sebut sebagai sosok yang memfasilitasi unggahan tersebut, menurut laporan The Wall Street Journal yang dirilis Selasa (10/9).
Melalui kerja shift hingga larut malam, Harp menciptakan kesan seolah-olah Trump tidak pernah tidur. Ia justru menghabiskan waktu larut malam dengan menyebarkan postingan konspirasi tanpa dasar mengenai pemilu 2020, serta berita dari Fox News yang mengklaim popularitas Trump di mata publik Amerika Serikat.
Menurut sumber yang diwawancarai The Wall Street Journal, Harp menyediakan tumpukan draf cetak kepada Trump dan menunggu persetujuannya sebelum memposting. Beberapa unggahan yang melibatkan Harp antara lain gambar yang menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama sebagai kera, serta gambar AI yang menggambarkan Trump sebagai Yesus Kristus. Kedua postingan tersebut akhirnya dihapus setelah memicu reaksi keras publik.
Dalam kasus gambar Obama yang dimanipulasi, Trump mengklaim tidak melihat bagian video yang dianggap rasis tersebut. Seorang pejabat Gedung Putih menyalahkan kesalahan tersebut pada editing error.
Frustrasi juga muncul akibat struktur komando yang tidak jelas. Harp diketahui tidak berbagi draf dengan siapa pun di lingkungan Gedung Putih kecuali Trump. Ia mengklaim hanya bekerja untuk Trump secara langsung. Hal ini menimbulkan ketegangan dengan sejumlah pejabat federal, termasuk kantor Kepala Staf.
Steven Cheung, Direktur Komunikasi Gedung Putih, dalam pernyataannya mengakui bahwa Truth Social menjadi sarana utama Trump berkomunikasi dengan publik. Namun, ia menolak memberikan komentar lebih lanjut mengenai proses pembuatan unggahan tersebut.
"Truth Social semakin populer karena Presiden Trump menawarkan pemikiran langsung tanpa distorsi media yang bias. Kami tidak membahas proses internal, tetapi tidak ada platform media sosial lain yang lebih efektif daripada Truth Social," ujar Cheung.