Temuan Utama: Aspirin Tidak Efektif Cegah Kanker Usus Besar

Sebuah studi besar yang diterbitkan dalam Cochrane Database of Systematic Reviews menyimpulkan bahwa konsumsi aspirin dosis rendah (75-100 mg per hari) setiap hari tidak memberikan perlindungan signifikan terhadap risiko kanker usus besar dalam jangka waktu 5 hingga 15 tahun. Penelitian ini menganalisis data dari 10 uji klinis terkontrol dengan lebih dari 120.000 partisipan.

Risiko Tambahan dari Konsumsi Aspirin

Selain tidak efektif mencegah kanker usus besar, konsumsi aspirin dosis rendah setiap hari juga dapat meningkatkan risiko perdarahan di sekitar otak dan area kepala lainnya. Para peneliti menyatakan bahwa bukti jangka panjang mengenai manfaat aspirin masih tidak pasti.

"Tidak mungkin menarik kesimpulan pasti atau memberikan rekomendasi spesifik mengenai penggunaan rutin aspirin untuk pencegahan primer kanker usus besar berdasarkan bukti saat ini. Temuan kami menunjukkan efek pencegahan yang kompleks dan bergantung pada waktu, serta potensi bahaya yang perlu dipertimbangkan oleh klinisi dan pasien."

— Para peneliti dalam Cochrane Database of Systematic Reviews

Alternatif untuk Mengurangi Risiko Kanker Usus Besar

Para ahli merekomendasikan perubahan gaya hidup sebagai cara yang lebih aman dan efektif untuk menurunkan risiko kanker usus besar. Berikut adalah langkah-langkah yang disarankan:

  • Pola makan berbasis tumbuhan: Konsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  • Batasi konsumsi alkohol: Hindari minuman beralkohol atau konsumsilah dalam jumlah yang sangat terbatas.
  • Olahraga teratur: Lakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit setiap hari.
  • Hindari merokok: Merokok meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus besar.
  • Pemeriksaan rutin: Lakukan tes skrining seperti kolonoskopi sesuai rekomendasi dokter, terutama bagi mereka yang berisiko tinggi.

Pendapat Ahli: Aspirin Bukan Solusi Utama

Dr. Ketan Thanki, seorang ahli bedah kolorektal di MemorialCare Todd Cancer Institute, Long Beach Medical Center, California, menegaskan bahwa manfaat aspirin dalam mencegah kanker usus besar sangat terbatas. Ia juga menekankan potensi komplikasi jangka panjang dari penggunaan aspirin setiap hari.

"Studi ini menunjukkan manfaat perlindungan yang terbatas (jika ada) dari aspirin terhadap risiko terkena kanker usus besar pada populasi umum. Dengan potensi komplikasi yang diketahui dari penggunaan aspirin jangka panjang, saya tidak merekomendasikan orang untuk mengonsumsi aspirin setiap hari hanya dengan tujuan mengurangi risiko kanker usus besar."

— Dr. Ketan Thanki

Kesimpulan: Gaya Hidup Lebih Penting daripada Obat

Meskipun aspirin sering dianggap sebagai solusi sederhana untuk mencegah berbagai penyakit, studi ini menunjukkan bahwa manfaatnya untuk kanker usus besar sangat terbatas. Para ahli sepakat bahwa perubahan gaya hidup yang sehat jauh lebih efektif dan aman dalam jangka panjang. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai atau menghentikan penggunaan aspirin secara rutin.

Sumber: Healthline