Booster New Glenn Daur Ulang Berhasil Mendarat

Blue Origin mencatatkan sejarah baru dengan berhasil menggunakan kembali booster tahap pertama New Glenn untuk kedua kalinya. Setelah lepas landas, booster bernama Never Tell Me the Odds mendarat dengan mulus di kapal pemulihan sekitar 10 menit kemudian. Pendaratan ini disaksikan langsung oleh Jeff Bezos melalui unggahan di platform X.

Misi Komersial Pertama Berakhir dengan Kegagalan

Sayangnya, kesuksesan pendaratan tidak diikuti dengan keberhasilan misi. Satelit komunikasi milik AST SpaceMobile gagal mencapai orbit yang direncanakan. Blue Origin mengonfirmasi pemisahan payload, sementara AST SpaceMobile menyatakan satelit telah menyala. Namun, satelit tersebut hanya mencapai ketinggian 95 mil—jauh di bawah orbit operasional yang diharapkan.

"Kami telah memastikan pemisahan payload. AST SpaceMobile juga mengonfirmasi satelit telah menyala. Payload ditempatkan pada orbit yang tidak sesuai. Saat ini kami sedang melakukan penilaian dan akan memberikan pembaruan lebih lanjut."

Blue Origin dalam unggahan di X

Penyebab Kegagalan Belum Diketahui

Satelit seharusnya ditempatkan pada orbit 285 mil setelah dua kali pembakaran mesin tahap atas. Rencananya, satelit akan membuka antena seluas 2.400 kaki persegi dan terhubung dengan enam satelit lain untuk uji coba jaringan seluler langsung ke perangkat. Namun, data telemetri menunjukkan kegagalan mencapai ketinggian yang memadai.

AST SpaceMobile menyatakan biaya satelit akan ditanggung oleh asuransi perusahaan. Sementara itu, Blue Origin berencana untuk menyelidiki penyebab kegagalan tahap atas sebelum misi berikutnya.

Blue Origin Tetap Optimistis Meski Ada Kendala

Meskipun mengalami kegagalan, Blue Origin dapat berbangga karena berhasil menggunakan kembali booster orbital untuk kedua kalinya. Prestasi ini dicapai hanya dalam tiga penerbangan New Glenn, jauh lebih cepat dibanding SpaceX yang membutuhkan 32 penerbangan untuk pencapaian serupa.

Tantangan Selanjutnya: Misi Amazon Project Kuiper

Blue Origin tengah mempersiapkan misi berikutnya, yaitu peluncuran 48 satelit broadband milik Amazon Project Kuiper (sebelumnya Project Kuiper). Saat ini konstelasi satelit tersebut berjumlah 241 unit dan akan bersaing dengan Starlink milik SpaceX. Keberhasilan misi ini sangat penting untuk ekspansi jaringan broadband global.

Blue Origin berkomitmen untuk segera menyelesaikan masalah teknis sebelum melanjutkan jadwal peluncuran berikutnya.

Sumber: Engadget