Dokumen 16 Halaman Mengungkap Skema Amazon
Jaksa Agung California, Rob Bonta, pada Senin (15/7) mengumumkan bukti dugaan penetapan harga ilegal yang dilakukan Amazon. Negara bagian itu sebelumnya telah mengajukan permohonan kepada Mahkamah Agung pada Februari untuk mendapatkan instruksi sementara guna menghentikan perilaku Amazon, sembari menunggu kelanjutan kasus yang diajukan sejak 2022.
Kini, dokumen berisi 16 halaman tersebut dirilis secara hampir tanpa penyuntingan oleh pemerintah negara bagian. Dokumen ini menjelaskan bagaimana Amazon diduga merancang skema untuk menaikkan harga di pengecer lain menjelang acara Prime Day. Selain itu, Amazon juga diduga bekerja sama dengan vendor untuk memastikan barang yang dijual dengan diskon di tempat lain tiba-tiba kehabisan stok dan tidak tersedia dengan harga lebih rendah.
Skema yang Diduga Dilakukan Amazon
Menurut Bonta, dokumen ini menunjukkan bagaimana skema tersebut beroperasi. Ia menyebutkan bahwa Amazon menggunakan sistem kontrak dengan vendor untuk mengontrol ketersediaan dan harga barang di pasar. Praktik ini, menurutnya, telah menyebabkan kenaikan harga secara luas di berbagai platform e-commerce.
"Dokumen ini mengungkap bagaimana Amazon memanipulasi pasar untuk keuntungan mereka sendiri, merugikan konsumen dan pengecer lain. Ini adalah contoh nyata dari praktik monopoli yang merusak persaingan."
Dampak terhadap Konsumen dan Pengecer
Kasus ini berawal dari tuntutan yang diajukan negara bagian California pada September 2022. Dalam tuntutannya, pemerintah negara bagian menuduh Amazon telah menciptakan sistem yang mendistorsi persaingan, sehingga konsumen terpaksa membayar harga lebih tinggi untuk berbagai produk.
Menurut analis pasar, praktik semacam ini dapat menyebabkan:
- Kenaikan harga barang secara signifikan di berbagai platform.
- Penurunan daya beli konsumen akibat harga yang tidak kompetitif.
- Kerusakan pada rantai pasok bagi pengecer kecil yang tidak mampu bersaing.
Langkah Hukum yang Dilakukan
Setelah mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung pada Februari, pemerintah negara bagian kini berupaya untuk mempercepat proses hukum. Dokumen yang dirilis secara luas ini diharapkan dapat memberikan bukti kuat untuk mendukung tuntutan mereka.
Amazon sejauh ini belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan tersebut. Namun, jika terbukti bersalah, perusahaan tersebut berpotensi dikenakan denda besar dan kewajiban untuk mengubah praktik bisnisnya.