Circle, penerbit stablecoin USDC, baru-baru ini mengumumkan pra-penjualan token ARC senilai $222 juta yang dinilai sebesar $3 miliar dalam basis fully diluted. Investasi ini dipimpin oleh a16z Crypto dan melibatkan sejumlah nama besar seperti BlackRock, Apollo Funds, dan Intercontinental Exchange. Pra-penjualan ini menjadi tonggak penting dalam ekspansi Circle di luar bisnis stablecoin tradisional, dengan meluncurkan jaringan blockchain institusional bernama Arc.

Menurut laporan keuangan kuartal pertama Circle, perusahaan mencatatkan pendapatan total sebesar $694 juta, naik 20% secara tahunan. Jumlah USDC yang beredar juga meningkat 28% menjadi $77 miliar, sementara volume transaksi on-chain mencapai $21,5 triliun, meningkat 263% dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini menegaskan posisi Circle sebagai salah satu pemain utama dalam pasar stablecoin global, yang kini menjadi infrastruktur inti untuk perdagangan, pembayaran, dan penyelesaian transaksi.

Namun, langkah terpenting adalah upaya Circle untuk memperluas bisnisnya melalui jaringan Arc. Jaringan ini dirancang sebagai “sistem operasi ekonomi” untuk internet, yang memungkinkan stablecoin, aset tokenisasi, dan aplikasi keuangan beroperasi di infrastruktur bersama. Arc diharapkan kompatibel dengan EVM, memiliki biaya native stablecoin, finalitas sub-detik deterministik, serta privasi yang dapat dikonfigurasi untuk kebutuhan institusional yang memerlukan auditabilitas tanpa mengungkapkan setiap detail transaksi secara publik.

Persaingan dengan Coinbase Semakin Ketat

Langkah Circle ini membawa perusahaan semakin dekat ke wilayah yang sudah didominasi oleh Coinbase, mitra lama dalam penerbitan USDC. Coinbase mengoperasikan Base, jaringan Layer 2 yang diposisikan sebagai lapisan penyelesaian untuk stablecoin, pembayaran konsumen, dan transaksi agentik. Dengan Arc, Circle kini bersaing langsung dengan Coinbase dalam menyediakan infrastruktur keuangan on-chain bagi institusi dan pengembang.

Jeremy Allaire, CEO Circle, menekankan bahwa kuartal pertama perusahaan mencerminkan eksekusi yang kuat dalam menghadapi peluang besar: “Konvergensi platform AI dan sistem operasi ekonomi menjadi tumpukan internet baru.” Ia menambahkan, “Dengan pra-penjualan token ARC, momentum di balik jaringan Arc, dan peluncuran Agent Stack, kami membangun infrastruktur terpercaya untuk aktivitas ekonomi berbasis AI dan sistem keuangan internet yang lebih terprogram.”

Investor Terkemuka Dukung Ekspansi Circle

Pra-penjualan token ARC tidak hanya menarik perhatian a16z Crypto dengan investasi $75 juta, tetapi juga melibatkan investor-investor terkemuka lainnya, seperti:

  • BlackRock
  • Apollo Funds
  • Intercontinental Exchange
  • SBI Group
  • Janus Henderson Investors
  • Standard Chartered Ventures
  • General Catalyst
  • IDG Capital
  • Haun Ventures
  • Bullish

Dukungan investor ini menunjukkan keyakinan pasar terhadap visi Circle dalam membangun ekosistem keuangan on-chain yang lebih luas, melampaui bisnis stablecoin tradisional. Dengan Arc, Circle tidak hanya menawarkan solusi pembayaran dan tokenisasi, tetapi juga membuka peluang baru dalam perdagangan aset, pertukaran mata uang asing, dan bahkan integrasi dengan AI.

“Dengan pra-penjualan token ARC, momentum di balik jaringan Arc, dan peluncuran Agent Stack, kami membangun infrastruktur terpercaya untuk aktivitas ekonomi berbasis AI dan sistem keuangan internet yang lebih terprogram.” — Jeremy Allaire, CEO Circle