Menteri Perhubungan Amerika Serikat (AS), Sean Duffy, menggelar perjalanan mewah melintasi negeri Paman Sam bersama istri dan sembilan anaknya. Proyek ini diklaim sebagai persiapan pembuatan reality show televisi berjudul The Great American Roadtrip yang akan tayang di YouTube menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan AS.
Rachel Campos-Duffy, istri Sean, menggambarkan momen tersebut sebagai "pengalaman keluarga yang hangat dan menyenangkan". Namun, Duffy—yang bergaji jutaan dolar dari pajak warga—tidak membiayai perjalanan mahal ini sendiri. Dana berasal dari organisasi nonprofit independen bernama Great American Road Trip Inc. (GART), yang didirikan Duffy bersama Departemen Perhubungan bekerja sama dengan Freedom250.
Menurut laporan Forbes yang dikutip Kamis (12/9), GART resmi berdiri pada Agustus 2025. Pendirinya, Tori Barnes, memiliki latar belakang sebagai lobi General Motors selama hampir dua dekade sebelum pindah ke Asosiasi Perjalanan AS.
Dana untuk GART berasal dari sejumlah perusahaan besar yang bergantung pada regulasi Departemen Perhubungan. Di antaranya adalah produsen pesawat Boeing, produsen mobil Toyota, perusahaan minyak Shell, serta raksasa teknologi Google. Perusahaan lain seperti Royal Caribbean Group (cruise), United Airlines, Chase Travel, dan Asosiasi Perjalanan AS juga tercatat sebagai pendukung. Politico melaporkan bahwa biaya sponsorship berkisar antara $100.000 hingga $1 juta.
Reality show ini diproduksi bekerja sama dengan Fox News dan akan tayang di YouTube menjelang peringatan 250 tahun kemerdekaan AS. Meskipun demikian, perjalanan Duffy hanya meliputi delapan negara bagian: Pennsylvania, Carolina Selatan, Tennessee, Florida, Texas, Arizona, Montana, Massachusetts, serta Washington, D.C.
Dalam wawancara promosi di Fox News pekan lalu, Duffy mengungkapkan bahwa ide perjalanan ini berasal dari dirinya. "Saya ingin merayakan ulang tahun ke-250 kemerdekaan AS," ujarnya. Ia juga menyebutkan pertemuannya dengan istrinya di MTV pada 1998 lewat acara Road Rules: All Stars sebagai inspirasi. "Motto kami adalah, mencintai Amerika berarti melihat Amerika," tambahnya.
Istri Duffy kemudian mengklarifikasi bahwa proyek ini awalnya diminta oleh Presiden Donald Trump kepada seluruh jajaran Kabinetnya untuk mencari cara merayakan Amerika menjelang peringatan tersebut. Meskipun demikian, perjalanan ini menuai kritik keras, yang oleh Duffy dituding berasal dari "kelompok kiri radikal yang tidak bahagia".