Warga Virginia Setujui Redistricting Demokrat

Warga Virginia pada Selasa (12/11) menyetujui perubahan peta kongres negara bagian melalui pemungutan suara. Keputusan ini berpotensi memberi Demokrat hingga empat kursi tambahan di kongres AS. Hasil pemungutan suara menunjukkan kemenangan tipis 51% berbanding 49% untuk pihak yang mendukung redistricting.

Reaksi Keras dari Tokoh Republik

Keputusan ini menuai reaksi keras dari berbagai tokoh dan politisi Republik. Komentator Fox News, Laura Ingraham, menyebut hasil tersebut sebagai "Total travesty!!" di platform X. Sementara itu, tokoh MAGA Juanita Broaddrick menulis, "No fucking way this is legit."

Tokoh kanan jauh Phillip Buchanan, yang dikenal dengan akun X @Catturd, menyebut keputusan itu sebagai "What a fcking joke."

Komentar Politisi Republik

Ketua DPR Mike Johnson menuding Demokrat telah melanggar hukum dan berusaha mendiskriminasi jutaan pemilih untuk memaksakan agenda radikal mereka. Mantan juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri era Trump, Tricia McLaughlin, menyerang mantan Presiden Obama yang memuji keputusan warga Virginia sebagai "bentuk perlawanan terhadap demokrasi."

"Mendiskriminasi jutaan pemilih dan memaksa 45% warga Virginia diwakili oleh 1 kursi kongres, sementara 55% lainnya diwakili oleh 10 kursi, kini disebut sebagai 'membela demokrasi'. Apakah ini yang disebut 'keadilan'? Sungguh sebuah lelucon."

Laura Loomer, tokoh Islamofobia dan pendukung dekat Donald Trump, juga menyalahkan Obama. Ia menulis di X, "Demokrat mencuri Virginia, berkat Barack Hussein. Virginia akan segera menjadi tempat yang tidak layak huni."

Latar Belakang Konflik Redistricting

Perseteruan ini bermula ketika Donald Trump mendorong negara bagian yang dipimpin Republik untuk melakukan redistricting guna menyelamatkan posisinya dari kongres yang didominasi Demokrat. Trump menyatakan bahwa Texas, sebagai negara bagian Republik, "berhak atas lima kursi tambahan". Negara bagian seperti Missouri, North Carolina, dan Ohio kemudian mengikuti langkah tersebut.

Demokrat membalas dengan melakukan redistricting di California, dan kini berhasil memenangkan suara di Virginia dengan selisih tipis. Meskipun Republik terus menuding praktik gerrymandering dan diskriminasi, mereka sendiri yang memulai konflik ini. Kemenangan Demokrat di Virginia kini membuka peluang lebih besar bagi partai tersebut untuk merebut kembali mayoritas kongres pada pemilu pertengahan November mendatang.

Implikasi Politik ke Depan

Kemenangan Demokrat dalam redistricting Virginia menjadi sinyal kuat bagi partai tersebut menjelang pemilu 2024. Dengan tambahan kursi potensial di kongres, Demokrat memiliki peluang lebih besar untuk mengimbangi pengaruh Republik yang selama ini mendominasi proses redistricting di banyak negara bagian.