Pada November 2025, hampir 300 desainer dari seluruh dunia mengikuti kompetisi desain yang luar biasa: merancang toilet publik untuk Gropius House, rumah bersejarah milik Walter Gropius, arsitek legendaris asal Jerman yang mendirikan sekolah desain Bauhaus (1919–1933).

Bauhaus dikenal sebagai pelopor desain modernis yang menggabungkan inovasi teknologi dengan perhatian mendalam terhadap material. Rumah Gropius, yang ia rancang sendiri, kini dikelola oleh Historic New England, organisasi nirlaba yang mengawasi 127 properti bersejarah di wilayah New England, Amerika Serikat.

Toilet Darurat yang Menjadi Masalah

Selama ini, Gropius House tidak memiliki toilet publik yang layak untuk pengunjung. Vin Cipolla, CEO Historic New England, mengungkapkan bahwa pengunjung hanya bisa menggunakan satu toilet darurat yang ditempatkan di samping pusat pengunjung. "Tim kami memperkirakan sekitar 4.000 pengunjung per tahun menggunakan toilet darurat tersebut," kata Cipolla. "Ini menjadi masalah yang mendesak untuk segera diselesaikan."

Kompetisi Desain untuk Solusi yang Berharga

Untuk mengatasi masalah ini, Historic New England membuka kompetisi desain toilet publik yang terbuka bagi desainer internasional. Para peserta diminta untuk menciptakan solusi desain yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mencerminkan prinsip-prinsip Bauhaus.

Isabel Strauss, pemenang kompetisi ini, adalah lulusan Harvard School of Design dan saat ini menjabat sebagai asisten profesor arsitektur di Smith College, Massachusetts. Menurutnya, kunci utama dalam merancang toilet di lokasi bersejarah ini terletak pada pemilihan material.

Prinsip Desain Bauhaus dalam Toilet Publik

Kompetisi menetapkan beberapa persyaratan ketat bagi para peserta:

  • Desain harus mencerminkan prinsip-prinsip Bauhaus, yaitu kesederhanaan, fungsionalitas, dan inovasi material.
  • Toilet dapat dibangun sebagai perluasan dari pusat pengunjung (yang dulunya adalah garasi Gropius) atau sebagai struktur terpisah di dekatnya.
  • Harus memenuhi standar aksesibilitas bagi penyandang disabilitas (ADA).
  • Terdiri dari dua toilet dan dua wastafel.
  • Menggunakan material yang selaras dengan estetika Gropius House, seperti kayu, batu bata, dan batu alam, serta material inovatif seperti blok kaca, plester akustik, dan pegangan krom.

Gropius House sendiri merupakan contoh sempurna penerapan prinsip Bauhaus. Setiap detail, mulai dari furnitur hingga tata letak lanskap, dirancang dengan sangat teliti. "Gropius tidak hanya merancang rumahnya, tetapi juga lingkungannya dengan perhatian yang sama," tulis Historic New England dalam deskripsi resmi situs tersebut.

Kemenangan yang Menginspirasi

Strauss mengungkapkan bahwa proses desainnya dimulai dengan mempelajari filosofi Bauhaus dan menerjemahkannya ke dalam solusi toilet publik yang praktis namun tetap estetis. "Saya ingin menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menghormati warisan Gropius," katanya.

Proyek ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan kebutuhan pengunjung, tetapi juga menjadi contoh bagaimana desain modernis dapat diaplikasikan dalam konteks kontemporer.