FAA Menghentikan Sementara Roket New Glenn Blue Origin
Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat telah menghentikan sementara operasional roket New Glenn milik Blue Origin setelah kegagalan dalam misi peluncuran pada Minggu (13/10) dari Cape Canaveral, Florida. Laporan menyebutkan bahwa meskipun roket terlihat baik selama fase awal peluncuran, roket gagal menempatkan muatan satelit ke orbit yang direncanakan.
Kegagalan Teknis dan Investigasi FAA
FAA menyebut insiden ini sebagai "mishap" dan memulai investigasi untuk menentukan akar permasalahan serta langkah perbaikan guna mencegah terulangnya kegagalan serupa. Dalam pernyataan resmi, FAA menyatakan bahwa roket hanya boleh terbang kembali setelah dinyatakan aman dan tidak membahayakan publik.
Menurut data telemetri, satelit yang seharusnya ditempatkan pada orbit 285 mil hanya mencapai ketinggian 95 mil—ketinggian yang tidak memungkinkan satelit untuk bertahan lama di orbit. Blue Origin belum memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab kegagalan ini.
Sejarah Kegagalan New Glenn
Ini merupakan ketiga kalinya roket New Glenn mengalami masalah sejak debutnya. Pada peluncuran perdana, Blue Origin gagal mendaratkan tahap pertama roket, sehingga FAA melarang penerbangan selama hampir tiga bulan. Saat ini, belum ada jadwal pasti kapan roket akan diizinkan terbang kembali, yang berpotensi memengaruhi rencana peluncuran satelit broadband Amazon Project Kuiper menggunakan New Glenn akhir tahun ini.
Dampak terhadap Industri Antariksa
FAA telah beberapa kali menghentikan operasional roket akibat kegagalan, termasuk pada roket New Shepard milik Blue Origin, serta roket Falcon 9 dan Starship milik SpaceX. Langkah ini menunjukkan ketegasan FAA dalam menjaga keselamatan penerbangan luar angkasa.
Tantangan Blue Origin ke Depan
Kegagalan ini menjadi tantangan besar bagi Blue Origin, yang tengah bersaing dalam industri peluncuran satelit komersial. Dengan proyek besar seperti satelit broadband Amazon, keberhasilan New Glenn sangat krusial. Blue Origin diharapkan dapat segera mengatasi masalah teknis dan memenuhi standar keselamatan FAA untuk melanjutkan operasionalnya.