General Motors (GM) kembali dihukum akibat skandal penjualan data pengemudi secara ilegal. Pada awal 2025, Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS melarang GM menjual data lokasi pengemudi selama lima tahun. Baru-baru ini, Jaksa Agung California menjatuhkan denda sebesar $12,75 juta kepada GM karena dinyatakan bersalah dalam penjualan data lokasi dan kebiasaan mengemudi ratusan ribu warga California.
Kronologi Skandal Data GM yang Berlangsung Selama Bertahun-Tahun
Skandal ini berawal pada 2015, ketika GM mulai mengumpulkan data mengemudi melalui sistem OnStar. Data yang dikumpulkan meliputi kecepatan, pengereman, dan lokasi kendaraan. Pada 2023, investigasi The New York Times mengungkap bahwa GM secara diam-diam menjual data tersebut kepada perusahaan asuransi melalui perantara seperti LexisNexis dan Verisk. Data ini kemudian digunakan untuk membuat "skor mengemudi" yang berdampak pada kenaikan premi asuransi atau bahkan penolakan klaim.
Menurut Consumer Rights Wiki, GM telah membagikan data dari lebih 14 juta kendaraan, termasuk 1,8 juta di Texas, kepada pihak ketiga. Praktik ini tidak hanya merugikan konsumen yang tidak menyadari data mereka dijual, tetapi juga melanggar komitmen privasi yang pernah diumumkan GM.
GM Berbagi Data dengan Penegak Hukum Tanpa Surat Perintah
Investigasi juga menemukan bahwa GM secara rutin membagikan data lokasi pelanggan kepada penegak hukum melalui subpoena (permintaan resmi tanpa surat perintah). Hal ini bertentangan dengan janji GM untuk melindungi privasi pelanggan. Setelah terungkapnya kasus ini, GM akhirnya menghentikan program Smart Driver yang sebelumnya digunakan untuk berbagi data.
Dampak Hukum dan Finansial bagi GM
Skandal ini telah menyebabkan GM menghadapi berbagai tuntutan hukum. Selain denda $12,75 juta dari California, GM juga terlibat dalam kasus serupa di Texas. Perusahaan ini dilaporkan telah memperoleh sekitar $20 juta dari penjualan data melalui OnStar, tetapi kini harus menanggung kerugian yang jauh lebih besar akibat denda dan tuntutan hukum.
Denda dari California ini menjadi yang terbesar dalam sejarah penerapan California Consumer Privacy Act (CCPA). Kasus ini juga menjadi sorotan publik mengenai praktik pengawasan dan penjualan data konsumen yang semakin marak di berbagai sektor industri.
Peringatan bagi Konsumen: Baca Syarat dan Ketentuan dengan Teliti
Kasus GM menunjukkan betapa pentingnya kesadaran konsumen terhadap penggunaan data pribadi. Meskipun praktik ini umum terjadi, konsumen disarankan untuk selalu membaca syarat dan ketentuan sebelum menggunakan fitur konektivitas pada kendaraan baru. Banyak produsen otomotif dan perusahaan asuransi yang memanfaatkan data pelanggan untuk mencari sumber pendapatan tambahan.
Skandal ini juga menjadi pengingat bahwa perlindungan data pribadi harus menjadi prioritas utama bagi setiap individu. Meskipun regulasi semakin ketat, praktik ilegal seperti yang dilakukan GM tetap terjadi. Konsumen diharapkan lebih waspada dan proaktif dalam melindungi data mereka.