Harga Minyak Mentah Melonjak ke Level Tertinggi dalam Dekade

Harga minyak mentah dunia mencatatkan lonjakan signifikan dalam semalam, mencapai level tertinggi sejak dimulainya perang Iran pada 1980-an. Kontrak Brent melampaui angka $126 per barel sebelum mengalami penurunan pada Kamis pagi, menurut data pasar.

Dampak terhadap Harga Bensin di Amerika Serikat

Kenaikan tajam harga minyak ini diprediksi akan terus mendorong kenaikan harga bensin di Amerika Serikat. Pada Kamis pagi, rata-rata harga bensin nasional mencapai $4,30 per galon, naik lebih dari 7 sen dari hari sebelumnya dan hampir $1,12 lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, menurut data AAA.

Faktor Pemicu: Ketegangan Geopolitik dan Blokade Selat Hormuz

Pasar bereaksi terhadap kemungkinan konflik berkepanjangan yang dapat memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pengiriman minyak global. Analis ING, Warren Patterson dan Ewa Manthey, menyatakan bahwa pasar kini beralih dari optimisme berlebih menjadi kenyataan gangguan pasokan di Teluk Persia.

Bahkan, kegagalan pembicaran AS-Iran dan penolakan tawaran terbaru Iran mengenai Selat Hormuz oleh Presiden Trump semakin memperburuk prospek pemulihan cepat aliran minyak, kata para analis tersebut.

Potensi Eskalasi Militer dan Respons Pasar

Para pedagang juga mempertimbangkan risiko eskalasi militer. Presiden Trump dijadwalkan menerima briefing mengenai rencana tindakan militer terhadap Iran hari ini. Laporan dari Axios menyebutkan bahwa upaya internasional sedang dilakukan untuk membentuk koalisi guna menjaga stabilitas navigasi di wilayah tersebut.

Sementara itu, kontrak berjangka Brent Juni yang jatuh tempo hari ini juga menambah volatilitas pasar. Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa pejabat AS tengah melakukan upaya diplomatik untuk menyatukan koalisi internasional guna memastikan keamanan Selat Hormuz.

Harga Minyak Saat Ini

  • Brent Crude: Sekitar $114 per barel (pukul 08.00 ET)
  • West Texas Intermediate (WTI): Sekitar $104 per barel

Analisis Pasar: Dari Optimisme ke Realitas Gangguan

"Pasar minyak telah beralih dari optimisme berlebih menjadi kenyataan gangguan pasokan yang sedang terjadi di Teluk Persia. Kegagalan pembicaraan AS-Iran dan penolakan tawaran Iran mengenai Selat Hormuz membuat pasar kehilangan harapan untuk pemulihan cepat aliran minyak."

— Warren Patterson dan Ewa Manthey, Analis ING

Apa yang Perlu Diwaspadai Selanjutnya?

Para pengamat pasar kini tengah memantau perkembangan berikut:

  • Upaya pembentukan koalisi internasional untuk menjaga stabilitas Selat Hormuz.
  • Perkembangan diplomatik antara AS dan Iran serta dampaknya terhadap pasokan minyak global.
  • Volatilitas pasar akibat jatuh tempo kontrak berjangka Brent Juni.
Sumber: Axios