Honda secara resmi membatalkan rencana pembangunan pabrik mobil listrik (EV) dan baterai senilai $11 miliar AS (Rp150 triliun) di Alliston, Ontario, Kanada. Keputusan ini diumumkan setelah perusahaan menunda proyek tersebut selama dua tahun pada Mei 2025.
Proyek senilai $15 miliar dolar Kanada (Rp150 triliun) tersebut awalnya diumumkan pada 2024 dengan target pembangunan pabrik dan fasilitas baterai yang sangat besar. Namun, Honda kini memutuskan untuk menghentikan proyek ini secara permanen dan menunggu perkembangan pasar sebelum mempertimbangkan kembali investasi.
Keputusan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, termasuk penurunan minat konsumen terhadap mobil listrik di Amerika Serikat. Selain itu, perubahan kebijakan pemerintah AS, seperti penghapusan insentif federal untuk EV dan pelonggaran aturan efisiensi bahan bakar, membuat mobil listrik menjadi kurang menarik bagi konsumen.
Dampak Kebijakan dan Ketidakpastian Perdagangan
Menurut Menteri Industri Kanada, Melanie Joly, kebijakan tarif dan ketidakpastian perdagangan antara AS dan Kanada juga menambah risiko bagi investasi jangka panjang di sektor otomotif. Ia menyatakan,
"Tarif Amerika Serikat dan perubahan kebijakan domestik AS menciptakan tekanan nyata bagi produsen otomotif, mendorong beberapa perusahaan untuk menunda atau mengurangi investasi di proyek kendaraan listrik dan baterai."
Honda sebelumnya telah menunda proyek Alliston sebanyak satu kali pada Mei 2025, meskipun perusahaan telah membeli lahan dan mendapatkan dukungan finansial dari pemerintah Kanada. Kini, dengan pembatalan total, Honda memilih untuk fokus pada pengembangan mobil hibrida, yang saat ini lebih diminati konsumen.
Pembatalan Produk EV dan Fokus pada Hibrida
Perubahan strategi ini sudah terlihat dari rencana produk EV Honda. Perusahaan telah menghentikan pengembangan Honda Prologue, yang dikembangkan bersama GM, dan membatalkan tiga model EV dan SUV baru untuk pasar Amerika Utara, meskipun ketiga model tersebut sudah dalam tahap akhir pengembangan. Baru-baru ini, Honda dan Sony juga mengumumkan pembatalan rencana peluncuran EV di bawah merek Afeela.
Alih-alih mengembangkan EV, Honda kini akan lebih fokus pada mobil hibrida, yang saat ini lebih diminati konsumen. Perusahaan juga akan memperpanjang masa produksi model-model existing untuk menghemat biaya. Meskipun demikian, Honda tidak sepenuhnya meninggalkan EV. Pabrik fleksibel di Ohio, AS, masih dapat memproduksi mobil bensin, hibrida, atau listrik sesuai permintaan pasar, setelah perusahaan menginvestasikan $1 miliar untuk meningkatkan fasilitas tersebut.