Serangan Iran Melumpuhkan Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Sebuah investigasi eksklusif yang dirilis CNN pada Jumat (13/9) mengungkapkan bahwa Iran telah melancarkan serangan terhadap mayoritas posisi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Setidaknya 16 pangkalan militer AS di delapan negara menjadi sasaran serangan balasan Iran terhadap operasi militer AS dan Israel di kawasan tersebut.
Skala Kerusakan yang Belum Pernah Terjadi
Seorang sumber yang mengetahui situasi ini secara langsung mengatakan kepada CNN bahwa skala kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan Iran tergolong belum pernah terjadi sebelumnya.
"Saya belum pernah melihat serangan semacam ini sebelumnya. Ini adalah serangan yang cepat, terarah, dan menggunakan teknologi canggih."
Target Utama: Pesawat dan Sistem Komunikasi Senilai Miliaran Dolar
Salah satu target utama serangan Iran adalah pesawat-pesawat militer berharga jutaan dolar. Di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry yang berfungsi sebagai sistem pengawasan, komando, kontrol, dan komunikasi bagi militer AS hancur total.
Pesawat senilai hampir setengah miliar dolar ini kini tidak lagi diproduksi, sehingga penggantiannya menjadi sangat sulit. Selain itu, sistem komunikasi kritis juga menjadi sasaran serangan Iran. Di Camp Arifjan, Kuwait, foto satelit menunjukkan bahwa hanya satu kubah pelindung satelit yang tersisa setelah serangan tersebut.
Sistem radar juga menjadi target utama karena sulit untuk diganti. Seorang staf kongres yang mengetahui penilaian kerusakan mengatakan kepada CNN:
"Sistem radar kami adalah aset paling mahal dan paling terbatas di kawasan ini."
Dampak Ekonomi: Kerugian Mencapai Rp 12 Triliun
Dalam dua minggu pertama perang, serangan Iran terhadap pangkalan militer AS menyebabkan kerugian hingga 800 juta dolar AS (sekitar Rp 12 triliun), menurut laporan dari Center for Strategic and International Studies dan analisis BBC.
Selama sidang di Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Rabu (11/9), Jules Hurst, Wakil Menteri Pertahanan AS, mengungkapkan biaya kampanye militer yang diluncurkan pemerintahan sebelumnya mencapai 25 miliar dolar AS. Namun, angka tersebut tidak termasuk biaya perbaikan pangkalan militer yang rusak akibat serangan Iran.
Pernyataan Trump tentang Kehancuran Aset Militer Iran Diragukan
Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump terus mengklaim bahwa AS telah menghancurkan hampir seluruh aset militer Iran. Namun, laporan terkini menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak sepenuhnya akurat.
Kesimpulan: Serangan Iran Menimbulkan Dampak Strategis dan Ekonomi yang Luas
Serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Timur Tengah tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik yang parah, tetapi juga berdampak pada operasional militer AS di kawasan tersebut. Dengan kerugian yang mencapai miliaran dolar dan sistem yang sulit diganti, serangan ini menjadi salah satu eskalasi militer terbesar dalam beberapa tahun terakhir.