Wakil Presiden JD Vance dituduh berbohong secara terbuka pada Rabu (14/5) saat ditanya tentang pernyataan keras Donald Trump mengenai kondisi keuangan warga Amerika Serikat yang semakin memburuk. Dalam konferensi pers, Vance ditanya apakah dia setuju dengan posisi Trump bahwa kondisi keuangan warga AS tidak boleh menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan, khususnya terkait Iran.

“Saya rasa Presiden tidak pernah mengatakan itu,” ujar Vance. “Saya pikir itu merupakan kesalahpahaman atas apa yang dikatakan Presiden.”

Pernyataan Vance langsung menuai kecaman karena bertentangan dengan rekaman pernyataan Trump sendiri. Ketika ditanya pada Selasa (13/5) apakah kondisi keuangan warga AS yang memburuk menjadi motivasi dirinya untuk membuat kesepakatan dengan Iran, Trump menjawab tegas: “Sama sekali tidak.”

“Satu-satunya hal yang saya pikirkan ketika berbicara tentang Iran adalah mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir. Saya tidak memikirkan kondisi keuangan warga AS, saya tidak memikirkan siapa pun. Saya hanya memikirkan satu hal: Kita tidak boleh membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Itu saja. Itulah satu-satunya hal yang memotivasi saya,”

Pernyataan Trump tersebut semakin memperuncing kontroversi, terutama karena ia sebelumnya kerap mengklaim bahwa ekonomi AS dalam kondisi prima. Namun, data terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa inflasi pada April 2026 mencapai 3,8%, melampaui pertumbuhan upah yang hanya sebesar 3,6%. Kondisi ini semakin menekan daya beli masyarakat.

Survei terbaru dari CNN juga mengungkapkan bahwa tingkat persetujuan publik terhadap kinerja ekonomi Trump berada pada titik terendah sepanjang masa. Sebanyak 77% warga AS menyalahkan Trump atas meningkatnya biaya hidup di lingkungan mereka, naik 37 poin dibandingkan tahun 2024.

Alih-alih menunjukkan perbedaan pendapat dengan Presiden, Vance justru memilih untuk membela pernyataan kontroversial tersebut dengan cara yang tidak akurat. Ia menjadi salah satu dari banyak pejabat Republik yang berusaha membersihkan ucapan Presiden yang dianggap tidak sensitif tersebut. Ketua DPR Mike Johnson juga sempat menunjukkan sikap yang sama ketika ditanya tentang pernyataan Trump sebelumnya.