Keluarga Trump tengah menghadapi krisis dalam salah satu proyek besar mereka di dunia kripto. World Liberty Financial (WLFI), perusahaan yang digadang-gadang sebagai solusi perbankan berbasis blockchain, kini berada dalam kekacauan. Investor merasa kecewa, nilai token digitalnya anjlok hingga 50% sejak Januari, dan tidak ada yang memahami dengan jelas kondisi keuangan perusahaan tersebut.

Saat pertama kali diluncurkan 20 bulan lalu, WLFI dipasarkan sebagai platform yang menawarkan cara baru berbank dengan teknologi blockchain. Namun, hingga kini, perusahaan tersebut belum meluncurkan platform konsumen yang berfungsi. Salah satu produk utamanya, yaitu aset digital yang memungkinkan pemiliknya memberikan suara dalam keputusan keuangan besar perusahaan, mengalami penurunan nilai yang sangat tajam dalam beberapa minggu terakhir.

Ketegangan semakin meningkat setelah perusahaan ini digugat oleh salah satu investor terbesarnya, Justin Sun, yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung setia proyek kripto Trump. Meskipun demikian, bagi sebagian pembeli, WLFI tetap menawarkan nilai: kesempatan untuk menanamkan uang langsung ke kantong keluarga Trump.

Sumber Kekayaan Baru bagi Keluarga Trump

Di tengah kekacauan ini, WLFI telah menjadi salah satu sumber pendapatan paling efektif bagi keluarga Trump selama masa jabatan kedua presiden ke-47 ini. Dilaporkan, mereka telah meraup lebih dari $200 juta dari penjualan saham perusahaan dan token yang mereka hasilkan. Bahkan jika nilai aset ini terus turun, pembeli tetap mendapatkan sesuatu yang berharga: kesempatan untuk menyalurkan uang langsung ke kantong keluarga Trump.

Bagi banyak orang yang lebih tua dari Barron Trump—yang secara resmi ditunjuk sebagai "DeFi visionary" perusahaan—hal ini tentu terasa membingungkan. Mari kita bahas dari awal: apa sebenarnya World Liberty Financial?

Sejarah dan Tujuan WLFI

World Liberty Financial didirikan oleh keluarga Trump bersama sekelompok kecil rekanan, termasuk keluarga Witkoff, pada tahun 2024. Saat itu, perusahaan ini diluncurkan pada puncak kampanye presiden sebagai perusahaan keuangan terdesentralisasi (DeFi). DeFi sendiri merujuk pada platform layanan keuangan berbasis kripto yang, secara teori, memindahkan seluruh operasi perbankan tradisional ke dalam blockchain—sistem digital yang menjadi dasar aset kripto terkenal seperti Bitcoin.

Pada awalnya, keluarga Trump menguasai hingga 86% saham perusahaan. Namun, pada tahun 2025, tak lama sebelum pelantikan Trump, mereka menjual sebagian besar sahamnya kepada saudara dari penguasa Uni Emirat Arab. Meskipun demikian, keluarga Trump tetap memegang kendali atas perusahaan dan mayoritas token tata kelola digital yang mereka keluarkan.

Apa yang Sebenarnya Dilakukan WLFI?

WLFI berjanji untuk membebaskan dunia dari kendali bank-bank besar yang dianggap 'woke' dan para finansial elite Wall Street. Konsep DeFi sendiri menyatakan bahwa sebagian besar transaksi yang saat ini dilakukan melalui bank—seperti peminjaman, peminjaman uang, dan transfer dana—dapat dilakukan di blockchain dengan biaya lebih rendah dan transparansi yang lebih tinggi.

"Untuk waktu yang terlalu lama, rakyat Amerika rata-rata telah diperas oleh bank-bank besar dan elite keuangan. Saatnya kita berdiri bersama—bersama-sama." — Donald Trump Jr., Agustus 2024

Saat mengumumkan pembentukan WLFI, keluarga Trump menekankan visi mereka untuk membebaskan masyarakat dari "elit keuangan". Namun, hingga kini, perusahaan tersebut belum menunjukkan bukti nyata dari janji-janji tersebut. Platform konsumen yang dijanjikan belum juga diluncurkan, sementara nilai token perusahaan terus merosot.

Kekacauan yang melanda WLFI ini semakin memperlihatkan ketidakpastian dalam proyek-proyek kripto yang melibatkan keluarga Trump, serta tantangan besar dalam menerapkan konsep DeFi yang masih relatif baru bagi masyarakat luas.