Keluarga almarhum rapper Tupac Shakur resmi mengajukan gugatan kematian tak wajar terhadap Duane "Keefe D" Davis dan pihak lainnya pada Selasa (16/7). Gugatan ini menuntut ganti rugi yang belum ditentukan jumlahnya terkait pembunuhan musisi legendaris tersebut pada 1996.
Dalam dokumen hukum yang diajukan di Pengadilan Negeri Los Angeles County dan dilihat oleh TheWrap, Mopreme Shakur—yang bertindak sebagai administrator atas harta almarhum ayahnya (dan juga ayah tiri Tupac), Mutulu Shakur—menyebut Keefe D serta 100 pihak lain yang belum teridentifikasi sebagai "John Does 1-100" sebagai terdakwa dalam gugatan ini.
Saat ini, tidak ada tanggapan resmi dari perwakilan hukum Keefe D atas permintaan komentar yang diajukan oleh TheWrap.
Konspirasi Pembunuhan yang Lebih Kompleks
Dokumen gugatan menyebutkan bahwa hampir 30 tahun setelah kematian Tupac pada 2023, baru satu orang yang ditangkap. Transkrip sidang juri dan dokumenter Netflix yang dirilis kemudian mengungkap adanya konspirasi pembunuhan yang lebih luas dan kompleks daripada sekadar balas dendam atas pertengkaran sebelumnya.
Meskipun informasi tambahan telah terungkap, kebenaran masih sulit dipastikan. Banyak pihak yang terlibat telah meninggal dunia, sementara yang lain sulit diidentifikasi. Namun, satu hal yang pasti: masih ada pihak yang terlibat dalam pembunuhan Tupac namun selama 30 tahun tidak dimintai pertanggungjawaban.
Gugatan ini diajukan untuk mengubah keadaan tersebut dan menuntut ganti rugi atas kematian tak wajar Tupac atas nama Estate of Mutulu Shakur—ayah tiri dan orang tua Tupac yang telah meninggal.
Peran Keefe D dalam Kasus Pembunuhan
Gugatan juga menjelaskan alasan mengapa Keefe D disebut secara khusus. Menurut dokumen, Keefe D—anggota South Side Compton Crips—adalah satu-satunya pihak yang pernah didakwa secara pidana terkait pembunuhan Tupac.
Keefe D diduga berada di dalam mobil Cadillac putih bersama penembak yang menembak Tupac pada 7 September 1996. Hampir 30 tahun kemudian, pada 29 September 2023, juri di Clark County mendakwa Keefe D atas tuduhan pembunuhan tingkat pertama. Ia sebelumnya membantah dakwaan tersebut, dan sidangnya telah ditunda hingga Agustus 2024.
Pihak Lain yang Diduga Terlibat
Mengenai pihak lain yang diduga terlibat, gugatan menyatakan bahwa penggugat belum dapat memastikan peran spesifik masing-masing individu melalui investigasi independen. Oleh karena itu, pihak yang belum teridentifikasi disebut sebagai "John Does 1-100".
Namun, gugatan ini menegaskan akan memperbarui dokumen untuk menyebut nama dan peran sebenarnya dari para terdakwa "John Doe" begitu identitas mereka diketahui melalui proses discovery.