Komite Kampanye Kongres Demokrat (DCCC) memicu perselisihan terbuka yang jarang terjadi di antara anggota Partai Demokrat pada Senin (12/8) setelah secara resmi mendukung beberapa kandidat yang masih bersaing ketat dalam pemilihan primer partai.
Ketegangan ini juga membangkitkan perdebatan panjang mengenai apakah kepemimpinan Demokrat bertindak tidak demokratis dengan mendukung kandidat yang dianggap lebih layak menang. "Para pemilih, bukan DCCC, yang seharusnya memilih calon Demokrat," demikian pernyataan dari pemimpin Congressional Progressive Caucus PAC, sebagaimana dilaporkan Axios.
Rep. Linda Sánchez (D-Calif.), Ketua Congressional Hispanic Caucus' BOLD PAC, menyuarakan kekecewaan atas pengabaian terhadap beberapa kandidat Latino. Ia menegaskan, "Para pemilih dan kandidat Latino bukan sekadar faktor kecil dalam perebutan mayoritas di DPR; mereka adalah inti dari perjuangan itu."
Dukungan DCCC dan Kontroversi yang Muncul
DCCC mengumumkan delapan dukungan baru melalui program "Red to Blue", yang memberikan bantuan dana dan sumber daya kepada kandidat Demokrat untuk mengalahkan petahana Partai Republik. Program ini mensyaratkan kandidat untuk mencapai target keterlibatan akar rumput, dukungan lokal, organisasi kampanye, dan penggalangan dana yang ketat.
Dari delapan kandidat yang didukung, lima di antaranya masih menghadapi persaingan sengit dalam pemilihan primer Demokrat. Beberapa di antaranya adalah:
- Jasmeet Bains, anggota Majelis Negara Bagian California, yang kalah dalam penggalangan dana dari Randy Villegas—kandidat progresif di distrik ke-22 California. Persaingan ini menjadi simbol perbedaan ideologi dalam partai.
- Bob Brooks, seorang pemadam kebakaran di distrik ke-7 Pennsylvania, yang menghadapi tiga lawan utama dengan dukungan berbagai faksi partai.
- Marlene Galán-Woods, mantan jurnalis penyiaran, yang didukung di distrik ke-1 Arizona, mengalahkan mantan wakil negara bagian Amish Shah—yang justru mengalahkannya dalam pemilihan primer 2024.
Suara Kritik dari Anggota Kongres
Beberapa anggota Kongres Demokrat menyampaikan ketidakpuasan secara anonim. Salah satu anggota menyatakan, "Saya sangat kecewa dengan dukungan DCCC kepada Brooks. Saya telah berbicara dengan banyak kolega yang juga merasa marah." Ia menambahkan, "Saya rasa DCCC berutang penjelasan kepada anggota Kongres Demokrat. Saya tidak akan heran jika sejumlah anggota menghentikan sumbangan mereka kepada DCCC."
Anggota lain menyebut dukungan kepada Bains sebagai keputusan yang mengejutkan, karena Villegas memiliki lebih banyak dukungan dari rekan sejawat di Kongres dan lebih disukai publik. "Saya sangat kecewa," ujarnya.
Seorang anggota ketiga menyatakan kebingungannya atas dukungan kepada Galán-Woods, "Shah memenangkan pemilihan primer terakhir kali. Sepertinya dia adalah favorit kali ini. Saya heran apakah DCCC melakukan survei atau apa, karena keduanya tampak layak."
Reaksi dari Kelompok Eksternal
Ketegangan ini tidak hanya melibatkan kandidat yang merasa diabaikan. Kelompok luar juga turut menyuarakan ketidakpuasan.
David Hogg, salah satu pendiri Leaders We Deserve, menyatakan, "Kepemimpinan Demokrat membuang-buang sumber daya dalam pemilihan primer dengan mendukung kandidat lemah. Mengeluarkan dana besar untuk Bains adalah kesalahan besar yang dilakukan DCCC."
Ravi Mangla, juru bicara Working Families Party, menambahkan, "Kepemimpinan Demokrat kembali memaksakan pilihannya—bukan untuk mendukung kandidat terbaik, melainkan untuk melanggengkan status quo."
Konflik ini menunjukkan perpecahan yang lebih dalam dalam Partai Demokrat menjelang pemilihan umum, terutama dalam menentukan strategi untuk merebut kursi-kursi penting di DPR.