Fitur auto start/stop telah menjadi topik perdebatan di kalangan pengemudi. Meski sering dikaitkan dengan isu lingkungan dan efisiensi bahan bakar, teknologi ini tidak selalu disukai. Salah satu contohnya adalah pada Chevrolet Corvette E-Ray, yang justru terasa tidak cocok dengan fitur tersebut.
Corvette E-Ray ditenagai oleh mesin V8 6.2 liter yang dikenal sangat bertenaga dan berisik. Saat fitur auto start/stop aktif, mesin tiba-tiba mati dan menyala kembali di setiap lampu merah, menciptakan getaran dan suara yang mengganggu. Meskipun suara keras mesin V8 bisa menjadi daya tarik bagi sebagian pengemudi, pengalaman ini justru terasa tidak nyaman saat mobil berhenti dan mesin terus menyala-mati secara otomatis.
Selain itu, fitur auto start/stop pada Corvette E-Ray tidak dapat dimatikan secara permanen. Meskipun ada enam mode berkendara yang bisa disesuaikan, termasuk mode kenyamanan, fitur ini akan kembali aktif setiap kali mobil dinyalakan ulang. Satu-satunya cara untuk mematikannya adalah dengan menekan tombol setiap kali mobil dihidupkan, yang tentunya kurang praktis.
Pengemudi yang tidak menyukai fitur ini mungkin akan kecewa, tetapi bagi mereka yang menghargai pengalaman berkendara otentik, Corvette E-Ray tetap menawarkan performa luar biasa tanpa perlu bergantung pada teknologi auto start/stop.