Perjalanan Bersejarah Menuju Bumi

Misi Artemis 2 NASA telah berhasil menyelesaikan perjalanan mengelilingi sisi jauh Bulan dan kini tengah dalam perjalanan pulang ke Bumi. Pada pukul 20.00 waktu Timur (atau 07.00 WIB keesokan harinya), modul awak Orion akan memisahkan diri dari modul layanannya. Modul layanan selama ini berfungsi sebagai sistem propulsi utama selama perjalanan luar angkasa.

Setelah pemisahan, Orion akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan lebih dari 23.000 mil per jam. Pada tahap ini, suhu di sekitar kapsul akan mencapai 5.000 derajat Fahrenheit akibat gesekan dengan atmosfer. Proses pengereman ini akan berlangsung selama 13 menit sebelum parasut raksasa membuka dan memastikan pendaratan aman di Samudra Pasifik.

Perisai Panas Orion Menjadi Sorotan

Perisai panas Orion, yang berfungsi melindungi astronot dari suhu ekstrem, menjadi pusat perhatian karena kontroversi yang telah lama berlangsung. Laporan tahun 2024 dari Kantor Inspektur Jenderal NASA mengungkapkan adanya retakan besar di lebih dari 100 lokasi setelah misi Artemis 1. Potongan material hangus juga ditemukan terlepas, menunjukkan betapa kerasnya kondisi yang dihadapi selama masuk kembali ke atmosfer.

Para ahli dan mantan karyawan NASA telah lama menyuarakan kekhawatiran mereka. Charlie Camarda, mantan astronot NASA dan pakar perisai panas, menyebut keputusan NASA untuk melanjutkan misi Artemis 2 dengan perisai panas yang sama sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

"Apa yang mereka rencanakan itu gila. Masalah ini seharusnya bisa diselesaikan sejak dulu. Alih-alih terus menunda, mereka malah terus menunda-nunda."

Charlie Camarda, mantan astronot NASA, kepada CNN

NASA Tetap Optimistis dengan Perubahan Rute Masuk Kembali

Meskipun mendapat kritik, NASA menyatakan telah melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan keselamatan awak Artemis 2. Mereka menerapkan manuver 'skip reentry' yang lebih curam, di mana Orion akan 'melompat' di atas atmosfer seperti batu yang dilemparkan. Teknik ini memungkinkan waktu yang lebih singkat bagi kapsul untuk menahan suhu ekstrem dibandingkan dengan Artemis 1.

Jared Isaacman, Administrator NASA, memberikan jaminan kepada pers awal tahun ini: "Kami telah memodifikasi profil masuk kembali. Kami telah memulihkan margin keamanan, dan saya sangat yakin dengan hal itu untuk Artemis 2."

Amit Kshatriya, Associate Administrator NASA, menambahkan dalam konferensi pers Kamis lalu: "Setiap sistem yang kami demonstrasikan selama sembilan hari terakhir — dukungan kehidupan, navigasi, propulsi, komunikasi — semuanya bergantung pada menit-menit terakhir penerbangan ini. Kami memiliki keyakinan tinggi terhadap sistem, perisai panas, parasut, dan sistem pemulihan yang kami siapkan."

Kekhawatiran Para Ahli Masih Berlanjut

Meskipun NASA optimistis, Camarda tetap skeptis. Dalam wawancara dengan New York Times menjelang peluncuran, ia menyatakan akan berdoa agar tidak terjadi apa-apa dan memberikan peluang 95% bagi astronot untuk kembali dengan selamat. Ia juga membandingkan situasi ini dengan tragedi era pesawat ulang-alik yang menewaskan banyak astronot.

"NASA tidak memiliki data yang cukup untuk membuktikan bahwa ini aman," tegasnya. Kritik serupa juga muncul dari mantan karyawan NASA lainnya, yang mempertanyakan keputusan untuk melanjutkan misi tanpa perbaikan signifikan pada perisai panas.

Langkah Selanjutnya

NASA berencana untuk terus memantau kondisi perisai panas selama proses masuk kembali. Jika terjadi kegagalan, dampaknya bisa sangat fatal mengingat kecepatan dan suhu ekstrem yang harus dihadapi. Para pengamat menantikan hasil pendaratan Orion di Samudra Pasifik sebagai tolok ukur keberhasilan misi ini.

Sumber: Futurism