WASHINGTON — David Morens, mantan penasihat senior Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) Amerika Serikat, resmi didakwa pada Selasa (13/8) karena diduga menyembunyikan dan memalsukan catatan untuk menghindari permintaan arsip publik.

Dalam pengajuan hukum, pejabat pemerintahan mantan Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Morens sengaja menyembunyikan serta memalsukan catatan untuk melemahkan perdebatan mengenai asal-usul virus yang memicu pandemi Covid-19. Ia juga dilaporkan menerima suap berupa hadiah, termasuk anggur, serta janji makan di restoran-restoran mewah sebagai imbalan atas tindakannya.

Morens pernah menjadi penasihat utama Dr. Anthony Fauci, mantan direktur NIAID. Namun, Fauci tidak disebutkan secara langsung dalam dakwaan tersebut.

Pengadilan federal kini akan memproses kasus ini lebih lanjut. Morens menghadapi tuntutan karena pelanggaran serius terhadap proses transparansi pemerintahan.

Sumber: STAT News