Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) baru saja merilis 162 berkas rahasia tentang Fenomena Anomali Tak Dikenal (UAP) yang selama beberapa dekade disimpan. Arsip ini kini dapat diakses secara daring oleh masyarakat umum tanpa memerlukan izin khusus.
Peluncuran berkas ini dilakukan melalui laman resmi Departemen Pertahanan pada Jumat (13/9), menyusul perintah presiden yang dikeluarkan pada Februari 2024 untuk meningkatkan transparansi terkait UAP. Pentagon menyatakan bahwa publik kini dapat mengakses video, foto, dan dokumen sumber asli dari seluruh lembaga pemerintah AS dalam satu platform.
"Masyarakat Amerika kini dapat langsung mengakses berkas UAP yang dideklasifikasi oleh pemerintah federal. Video, foto, dan dokumen asli dari seluruh lembaga pemerintah kini tersedia dalam satu tempat—tanpa persyaratan keamanan apa pun," demikian pernyataan Pentagon di platform X.
Pernyataan tersebut juga menyebutkan bahwa pemerintahan sebelumnya kerap menyembunyikan dokumen-dokumen ini. Pentagon menegaskan bahwa pemerintahan saat ini berfokus pada transparansi maksimal. "Sementara pemerintahan sebelumnya berusaha meremehkan atau menghalangi masyarakat, Presiden Trump berkomitmen untuk memberikan transparansi penuh sehingga publik dapat menilai sendiri informasi dalam berkas ini," tulisnya.
Berkas-berkas baru akan terus ditambahkan ke dalam database secara berkala. Publikasi ini juga mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap isu UAP dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh viralitas konten di media sosial dan dokumenter yang beredar luas.
Isi Berkas UAP: Foto, Laporan Saksi, hingga Kasus yang Belum Terpecahkan
Arsip yang dirilis mencakup berbagai jenis dokumen, mulai dari foto, laporan saksi mata, hingga kasus-kasus yang belum dapat dijelaskan. Halaman tersebut menjelaskan bahwa kasus "belum terpecahkan" berarti pemerintah tidak dapat menentukan sifat pasti dari fenomena yang diamati.
Salah satu berkas yang menarik adalah transkrip percakapan awak Apollo 17 pada 1972, di mana para astronaut membahas tentang "partikel terang" atau pecahan yang mereka amati. Selain itu, terdapat juga laporan-laporan saksi mata sejak dekade 1950-an.
Pakar: Jangan Berharap Terlalu Tinggi soal Alien
Meskipun publikasi ini menimbulkan antusiasme, pakar bidang intelijen mengingatkan untuk tidak terlalu berharap. Sean Kirkpatrick, mantan perwira intelijen yang memimpin All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) hingga 2023, telah meninjau berkas-berkas tersebut. Ia menegaskan tidak ada bukti yang dapat membuktikan keberadaan alien.
"Pembaca tidak boleh berharap akan menemukan dokumen yang berisi foto atau wawancara dengan alien yang mendarat di Bumi. Karena hal itu tidak pernah ada," ujarnya kepada AP News.
Meskipun demikian, publikasi ini tetap membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengeksplorasi data yang selama ini dirahasiakan, sekaligus mendorong diskusi lebih lanjut tentang fenomena UAP.