Pementasan dengan Ambisi Keragaman, tetapi Terbatas
David Lindsay-Abaire menghadirkan 'The Balusters', sebuah drama satu babak berdurasi 105 menit yang tayang perdana Selasa (10/9) di Samuel J. Friedman Theatre, MTC. Dengan 10 karakter, pementasan ini berusaha menampilkan keragaman ras, gender, dan orientasi seksual. Namun, keterwakilan tersebut masih terbatas.
Meskipun semua ras utama hadir, beberapa kelompok etnis dan identitas LGBTQ+ tidak terwakili. Misalnya, komunitas aseksual dan kelompok Inuit-Yupik-Aleut (dulu dikenal sebagai Eskimo) tidak muncul. Anika Noni Rose memerankan wanita kulit hitam yang membeli rumah di kawasan gentrifikasi. Ia bergabung dengan Asosiasi Pemilik Rumah (HOA) yang anggotanya terdiri dari beragam latar belakang, termasuk wanita Asia lesbian, pria gay kulit hitam, wanita Yahudi, pria Latino, serta orang non-biner.
Kritik terhadap HOA dan Humor Konservatif
Naskah ini sarat dengan kritik terhadap HOA yang konservatif. Konflik muncul ketika seorang tetangga penyandang disabilitas menggunakan baluster yang dianggap tidak historis dalam ramp ramah kursi roda. Para anggota HOA, tanpa memandang latar belakang, sepakat untuk memberikan denda kepada tetangga tersebut.
Humor dalam 'The Balusters' cenderung konservatif. Kritik terbesar justru ditujukan kepada karakter yang dianggap terlalu politis koret dalam bahasa mereka. Direktur Kenny Leon memberikan sentuhan tajam pada karakter pendukung, menjaga keseimbangan humor tanpa melampaui batas.
Keterwakilan yang Masih Kurang
Meskipun pementasan ini mencoba menampilkan keragaman, keterwakilan yang terbatas dan humor yang konservatif menuai kritik. Beberapa kelompok masyarakat, seperti Muslim, hanya disebutkan secara sepintas melalui hubungan perselingkuhan. Humor yang mengolok-olok kesadaran politik juga menjadi sorotan.
Desain Panggung dan Penampilan
Derek McLane mendesain set yang mewah, menggambarkan rumah bergaya Victoria milik karakter utama. Para aktor, termasuk Maria-Christina Oliveras yang memerankan pembantu rumah tangga Filipina, memberikan penampilan yang kuat. Namun, humor yang disajikan terasa kurang progresif bagi standar saat ini.
Kesimpulan: Kritik terhadap Konservatisme dan Keterbatasan Representasi
'The Balusters' mencoba menyoroti isu keragaman dan konservatisme dalam masyarakat. Namun, keterwakilan yang terbatas dan humor konservatif justru menjadi kelemahan utama pementasan ini. Meskipun demikian, arahan Kenny Leon memberikan keseimbangan yang cukup untuk menghindari ketimpangan yang lebih besar.