Dukungan dari Anggota DPR Republik
Ghislaine Maxwell, mantan mitra Jeffrey Epstein, kini memiliki peluang untuk dibebaskan setelah beberapa anggota Partai Republik di DPR AS mulai mempertimbangkan pemberian grasi. Ketua Komite Pengawasan DPR, James Comer, mengungkapkan bahwa banyak koleganya di kubu konservatif melihat pemberian grasi sebagai imbalan atas kesaksian Maxwell terhadap Epstein.
"Banyak orang di kubu kami berpikir ini adalah pertukaran yang layak untuk kesaksiannya terhadap Epstein. Komite kami terbelah mengenai hal ini," kata Comer kepada Politico, Rabu (10/7). Ia menambahkan bahwa secara pribadi, ia menentang kesepakatan tersebut karena "citra buruknya sangat mencolok".
"Selain Epstein, Maxwell adalah orang terburuk dalam kasus ini," tegas Comer.
Penolakan dari Demokrat dan Aktivis
Sementara itu, anggota Komite Pengawasan dari Partai Demokrat, Robert Garcia, dengan tegas menolak gagasan tersebut. Ia menyebut pemberian grasi kepada Maxwell sebagai "langkah mundur besar" dan "tidak menghormati para korban".
"Ini akan menjadi kemunduran besar, bahkan sangat tidak menghormati para korban. Ia adalah pelaku yang dikenal, pembohong yang dikenal," kata Garcia.
"Jika Departemen Kehakiman atau Republik di Komite Pengawasan mencoba menegosiasikan semacam grasi, itu bukan hanya tamparan keras bagi penyelidikan ini, tetapi juga bagi publik Amerika. Ini bagian dari upaya menutupi kejahatan besar," lanjutnya.
Kondisi Maxwell di Penjara yang Kontroversial
Maxwell, yang dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2022 karena terlibat dalam kejahatan Epstein, telah menikmati fasilitas istimewa selama di penjara. Ia dipindahkan dari penjara Florida ke fasilitas berkeamanan rendah di Texas, tempat ia mendapatkan berbagai kemudahan yang tidak biasa bagi tahanan lainnya.
- Makanan di sel pribadi
- Kertas toilet tanpa batasan
- Waktu bermain dengan anjing peliharaan yang sedang dilatih sebagai anjing layanan
- Sesi latihan pribadi
- Akses telepon tanpa pengawasan ketat
- Kunjungan pribadi di luar jam yang ditentukan
- Permintaan untuk dipisahkan dari tahanan lain, termasuk relokasi meja dan teman sekamar atas keinginannya
Salah satu mantan teman sekamar Maxwell, Jen Shah, alumni acara Real Housewives of Salt Lake City, mengungkapkan perlakuan istimewa yang diterima Maxwell. Shah mengaku pernah membersihkan peralatan gym untuk Maxwell dan melihat sikapnya yang sama sekali tidak menunjukkan penyesalan.
"Ia sama sekali tidak merasa bersalah. Ia bahkan dengan tegas mengatakan tidak ada penyesalan di sana," ujar Shah kepada majalah People.
Upaya Pemberian Grasi dan Kontroversi
Maxwell telah mengajukan permohonan grasi ke Gedung Putih selama beberapa bulan terakhir. Meskipun pemerintah belum memberikan tanggapan resmi, wawancara Maxwell dengan Departemen Kehakiman pada Juli lalu memunculkan spekulasi tentang adanya kesepakatan quid pro quo.
Perlakuan istimewa yang diterima Maxwell sejak saat itu semakin memicu kecurigaan publik. Beberapa pihak menilai ini sebagai upaya untuk meredam kemarahan publik terkait dengan dokumen Epstein yang bocor.