Rover Eropa akhirnya menemukan roket untuk Mars

NASA secara resmi mengumumkan pada Kamis (15/5) bahwa SpaceX akan meluncurkan rover Mars Rosalind Franklin milik Badan Antariksa Eropa (ESA) menggunakan roker Falcon Heavy. Peluncuran dijadwalkan paling cepat akhir tahun 2028 dari Kennedy Space Center, Florida.

Perjalanan panjang menuju peluncuran

Keputusan ini menutup babak panjang penantian yang melibatkan berbagai hambatan, termasuk ketegangan politik dan dampak perang Rusia-Ukraina. Misi ini awalnya direncanakan sejak awal tahun 2000-an, dengan target peluncuran pada 2009.

Rencananya, rover ini akan diluncurkan menggunakan roket Soyuz yang disediakan Rusia. Namun, invasi Rusia ke Ukraina pada 2022 memaksa ESA membatalkan kerja sama tersebut. Kondisi ini memaksa pencarian solusi alternatif untuk melanjutkan misi pencarian kehidupan di Mars.

Misi pencarian kehidupan di Mars

Rosalind Franklin merupakan bagian dari program Aurora ESA yang bertujuan untuk mengeksplorasi Mars dan mencari tanda-tanda kehidupan mikroba. Rover ini dilengkapi dengan instrumen canggih untuk mengebor tanah Mars dan menganalisis sampel secara langsung.

Direktur Jenderal ESA, Josef Aschbacher, menyatakan,

"Kami sangat senang dapat bekerja sama dengan SpaceX untuk mewujudkan misi ini. Ini adalah langkah penting bagi Eropa dalam eksplorasi Mars."

Tantangan dan solusi

Setelah pembatalan kerja sama dengan Rusia, ESA harus mencari mitra baru dalam waktu singkat. SpaceX akhirnya dipilih karena kehandalan roket Falcon Heavy dan jadwal peluncuran yang fleksibel. Misi ini juga melibatkan kontribusi dari NASA, yang akan menyediakan komponen penting untuk pendaratan rover.

Rincian misi

  • Nama rover: Rosalind Franklin
  • Program: Aurora (ESA)
  • Roket peluncur: Falcon Heavy (SpaceX)
  • Target peluncuran: Akhir 2028
  • Tujuan: Mencari tanda-tanda kehidupan di Mars

Harapan ke depan

Dengan peluncuran yang dijadwalkan pada akhir 2028, misi ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang potensi kehidupan di Mars. Selain itu, kerja sama internasional ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam eksplorasi antariksa di tengah ketegangan geopolitik global.