Waymo, anak perusahaan Alphabet yang dimiliki Google, mengumumkan penarikan kembali sebanyak 3.971 kendaraan robotaksi di Amerika Serikat. Penarikan ini mencakup mobil yang diproduksi antara 17 Maret 2022 hingga 20 April 2026.
Insiden terbaru terjadi pada 20 April 2023 di San Antonio, Texas. Sebuah robotaksi kosong tanpa penumpang melaju ke jalan yang tergenang banjir dan akhirnya hanyut terbawa arus sungai. Menurut laporan Waymo, kendaraan tersebut mendeteksi adanya genangan air, namun tetap melanjutkan perjalanan dengan kecepatan yang dikurangi.
Dalam pemberitahuan resmi yang disampaikan kepada National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), Waymo menyebutkan bahwa sistem penggerak otonom generasi kelima dan keenam menjadi penyebab utama insiden ini. Kendaraan yang terpengaruh adalah yang menggunakan sistem tersebut.
Solusi Sementara dan Dampak Operasional
Setelah insiden di San Antonio, Waymo segera memberlakukan pembatasan operasional di wilayah dengan risiko banjir tinggi. Langkah ini bersifat sementara dan perusahaan masih mengembangkan solusi permanen untuk mengatasi masalah ini.
Akibat insiden tersebut, layanan robotaksi Waymo di San Antonio saat ini dihentikan sementara hingga perangkat lunak perbaikan selesai dikembangkan.
Ekspansi Waymo di London Menghadapi Kendala
Insiden ini terjadi pada momen yang kurang menguntungkan bagi Waymo. Pada Januari 2024, perusahaan mengumumkan rencana peluncuran layanan robotaksi di London. Baru-baru ini, uji coba kendaraan dimulai di kota tersebut, namun langsung menghadapi kendala. Salah satu robotaksi terlihat melaju melewati garis polisi saat penyelidikan kasus pembunuhan ganda sedang berlangsung. Pada saat itu, kendaraan dikendalikan oleh operator manusia yang kemudian diskors oleh Waymo.
Kesalahan sistem dan insiden ini menunjukkan bahwa teknologi otonom masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.