Xbox Putuskan Kembali ke Nama Asli

Xbox secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan kembali menggunakan nama aslinya, Xbox, setelah selama empat tahun menggunakan sebutan Microsoft Gaming. Keputusan ini diumumkan oleh Asha Sharma, kepala Xbox yang baru menjabat, melalui internal perusahaan.

Langkah ini menandai berakhirnya penggunaan nama Microsoft Gaming yang dimulai sejak akuisisi Activision Blizzard pada 2022. Sharma menyebutnya sebagai bagian dari strategi "kembalinya Xbox", yang juga mencakup penurunan harga Game Pass dan penghapusan akses Call of Duty di hari pertama untuk layanan tersebut.

Perubahan Strategi di Bawah Kepemimpinan Baru

Perubahan ini terjadi setelah kepemimpinan Xbox yang baru memberikan kritik terhadap kampanye "This Is An Xbox" yang dianggap gagal. Kampanye tersebut sempat dipandang kontroversial karena berfokus pada hal-hal yang bukan Xbox, alih-alih menekankan produk utama perusahaan. Kritik keras terhadap kampanye tersebut akhirnya membuatnya dihapus dari berbagai platform.

Sharma juga menyatakan bahwa perubahan ini merupakan upaya untuk lebih memfokuskan identitas Xbox sebagai merek permainan video, bukan sekadar divisi Microsoft. "Kami ingin kembali ke akar kami dan memberikan pengalaman terbaik bagi para pemain," ujar Sharma dalam pernyataannya.

Tanda-Tanda Kembalinya Xbox Terlihat di Kantor

Sebagai tanda perubahan ini, slogan "kembalinya Xbox", "great games", dan "future of play" kini terpampang di dinding kantor Xbox. Selain itu, logo Xbox yang baru juga mulai muncul di lingkungan kampus Microsoft menjelang acara Xbox Showcase pada bulan Juni mendatang.

Tom Warren dari The Verge melaporkan bahwa perubahan ini dianggap sebagai langkah positif untuk mengembalikan fokus Xbox pada permainan video, bukan sekadar sebagai bagian dari Microsoft. "Bagi saya, yang menulis tentang permainan video profesional, saya jarang menggunakan istilah Microsoft Gaming. Kebanyakan orang lebih mengenal Xbox sebagai merek permainan," kata Warren.

Reaksi dan Dampak terhadap Industri

Keputusan ini mendapat sambutan positif dari para pengamat industri. Banyak yang melihatnya sebagai langkah yang tepat untuk mengembalikan kepercayaan dan minat para pemain terhadap Xbox. Namun, ada juga yang mempertanyakan mengapa Xbox membutuhkan waktu empat tahun untuk menyadari hal ini.

Perubahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Xbox di tengah persaingan ketat dengan platform permainan lainnya. Dengan kembali ke identitas aslinya, Xbox diharapkan dapat lebih fokus dalam menghadirkan permainan-permainan berkualitas dan inovasi baru bagi para penggunanya.

Sumber: Aftermath