Promosi karyawan yang tidak tepat tidak hanya merugikan finansial, tetapi juga sering terjadi. Data menunjukkan bahwa 30% hingga 50% eksekutif gagal dalam 18 bulan pertama menjalani peran barunya. Untuk mengatasi masalah ini, Workhuman, platform manajemen karyawan terkemuka, meluncurkan sebuah alat AI inovatif bernama Future Leaders.
Alat ini dirancang untuk membantu perusahaan membuat keputusan promosi yang lebih tepat dengan memprediksi karyawan berpotensi menjadi pemimpin senior dalam 3 hingga 5 tahun mendatang. Peluncuran Future Leaders diumumkan pada Selasa (11/6) dalam konferensi tahunan Workhuman di Orlando, Florida.
AI Prediksi Promosi dengan Akurasi 80%
CEO Workhuman, Eric Mosley, menjelaskan bahwa Future Leaders telah diuji dengan data hingga tahun 2020—saat masyarakat tengah disibukkan dengan fenomena Tiger King. Hasilnya, alat ini mampu memprediksi promosi dengan akurasi sekitar 80%.
Lebih dari sekadar prediksi, Future Leaders juga mampu menjelaskan mengapa seseorang dipromosikan. Misalnya, ketika ditanya mengapa seorang karyawan dipromosikan menjadi Vice President, AI tersebut memberikan penjelasan rinci. Alat ini mengidentifikasi bahwa tanggung jawab yang diberikan kepada karyawan tersebut menunjukkan bahwa ia sangat dihargai dan dipercaya perusahaan. Konsep ini disebut Mosley sebagai “strategic trust”—sebuah indikator kunci yang menandakan seseorang berpotensi untuk dipromosikan di masa depan.
Mengapa Perusahaan Perlu AI dalam Promosi?
Future Leaders dilatih menggunakan dataset besar yang terdiri dari profil pemimpin sukses. Dengan begitu, AI ini dapat mengidentifikasi pola-pola kepemimpinan yang efektif dan merekomendasikan karyawan yang memiliki kesamaan dengan pola tersebut. Hal ini membantu perusahaan untuk tidak melewatkan talenta berharga yang layak mendapatkan promosi.
Penggunaan AI dalam proses promosi sebenarnya sudah mulai marak. Menurut survei Resume Builder tahun 2025, 77% manajer sudah menggunakan AI untuk membantu keputusan promosi. Namun, Future Leaders menawarkan keunggulan lebih dengan memberikan pandangan ke masa depan—bukan sekadar analisis data saat ini.
Batasan AI: Peran Manusia Masih Utama
Meskipun akurasi AI mencapai 80%, Mosley menekankan bahwa keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan manusia. AI hanya sebatas alat bantu, dan efektivitasnya sangat bergantung pada bagaimana manusia menggunakannya. "Pada akhirnya, AI hanya seefektif manusia yang mengoperasikannya," ujarnya.
Dengan demikian, Future Leaders hadir sebagai solusi untuk mengurangi risiko kesalahan promosi sekaligus mendukung pengembangan talenta di perusahaan. Namun, integrasi yang bijak antara teknologi dan pertimbangan manusia tetap menjadi kunci keberhasilan.