Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Sheila Cherfilus-McCormick (D-Fla.), resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa (13/5/2025). Keputusan ini diambil hanya beberapa jam sebelum Komite Etik DPR berencana mengumumkan rekomendasi hukuman atas dirinya.
Komite Etik sebelumnya telah menetapkan Cherfilus-McCormick bersalah atas sejumlah tuduhan, termasuk penyalahgunaan dana bantuan COVID-19 senilai $5 juta untuk mendanai kampanye kongresinya. Ia membantah semua tuduhan tersebut.
Tekanan dari Rekan Sejawat
Banyak anggota Kongres, termasuk rekan-rekan dari Partai Demokrat, menekan Cherfilus-McCormick untuk mundur. Mereka khawatir jika ia tetap bertahan, proses pemungutan suara untuk pemecatannya akan sulit dihindari. Beberapa anggota Congressional Black Caucus (CBC), yang semula mendukungnya, juga mendesaknya untuk mengundurkan diri sebelum sidang Komite Etik digelar.
Rep. Yvette Clarke (D-N.Y.), Ketua CBC, dalam pernyataannya menyebut Cherfilus-McCormick sebagai sosok yang "berkontribusi dalam upaya memastikan Kongres mencerminkan masyarakat yang dilayaninya."
Pernyataan Cherfilus-McCormick
"Daripada terlibat dalam permainan politik ini, saya memilih untuk mundur agar dapat sepenuhnya fokus membela warga Florida Distrik ke-20," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Ia juga menegaskan bahwa pengunduran dirinya berlaku segera dan diumumkan di lantai DPR dalam waktu singkat setelahnya.
Dampak terhadap Politik AS
Kasus ini menjadi sorotan karena merupakan pengunduran diri ketiga dari anggota DPR dalam sebulan terakhir, menyusul mundurnya Reps. Eric Swalwell (D-Calif.) dan Tony Gonzales (R-Texas).
Sementara itu, Rep. Nancy Mace (R-S.C.) berencana memaksakan pemungutan suara untuk memecat Rep. Cory Mills (R-Fla.) pekan ini. Mills sendiri tengah menghadapi tuduhan pelanggaran keuangan, kampanye ilegal, dan pelecehan seksual, yang semuanya dibantahnya. Beberapa anggota Demokrat melihat pemecatan Mills sebagai langkah untuk menyeimbangkan dampak politik dari pengunduran diri Cherfilus-McCormick.
Mills saat ini tengah diselidiki oleh Komite Etik DPR.