Kepala eksekutif asosiasi perusahaan farmasi terbesar di Amerika Serikat mendesak calon kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) untuk menciptakan stabilitas dan mengurangi ketidakpastian dalam pengembangan obat-obatan baru.
Steve Ubl, CEO Pharmaceutical Research and Manufacturers of America (PhRMA), menyampaikan pernyataan tersebut dalam acara Axios' Future of Health Summit pada Rabu (24/7). Ia menekankan pentingnya memiliki pemimpin FDA yang dapat menenangkan situasi dan memulihkan kepastian hukum bagi industri farmasi.
Chris Boerner, CEO Bristol Myers Squibb, juga menyuarakan hal serupa. Ia menekankan perlunya prediktabilitas dalam proses pengembangan obat yang memakan waktu 10 hingga 15 tahun serta biaya miliaran dolar.
"Kami membutuhkan stabilitas FDA yang dapat menetapkan aturan konsisten. Tanpa itu, investasi besar dalam penelitian dan pengembangan tidak akan berjalan optimal," ujar Boerner.
Industri Farmasi Tolak Kebijakan Harga 'Most Favored Nation'
Selain stabilitas kepemimpinan, industri farmasi juga menentang keras usulan Presiden Trump untuk menerapkan kebijakan Most Favored Nation (MFN) melalui undang-undang. Kebijakan ini akan mengaitkan harga obat di AS dengan harga terendah yang berlaku di negara-negara maju lainnya.
Boerner menegaskan bahwa kebijakan tersebut berisiko menurunkan harga obat, tetapi juga berpotensi menyebabkan pembatasan akses layanan kesehatan akibat sistem yang tidak efisien.
"Kebijakan MFN mungkin menekan harga, tetapi dalam setiap kasus, hal itu juga berisiko menimbulkan pembatasan perawatan bagi pasien," jelasnya.
Meskipun Kongres diperkirakan enggan menerapkan kebijakan ini karena pertimbangan prinsip pasar bebas, industri farmasi tetap waspada dan tidak mau mengambil risiko.
Seruan untuk Fokus pada Penyalahgunaan Paten Obat
Sementara itu, David Marin, CEO PCMA (asosiasi manajer manfaat farmasi), mendesak Kongres untuk lebih fokus pada penyalahgunaan sistem paten oleh perusahaan farmasi yang dinilai menyebabkan harga obat tetap tinggi bagi pasien.
Ia menekankan bahwa reformasi dalam sistem paten dapat menjadi solusi yang lebih efektif untuk menekan biaya obat tanpa mengorbankan inovasi.