Asosiasi Standar Penulisan Amerika (AP Stylebook), pedoman baku bagi media dalam menulis dan melaporkan berita, baru-baru ini mengumumkan perubahan signifikan. Mulai sekarang, frasa "health care" harus ditulis sebagai satu kata, bukan dua.

Keputusan ini diumumkan dalam acara tahunan ACES: The Society for Editing dan didasari oleh tren penggunaan kata yang semakin berkembang serta masukan dari berbagai pihak selama bertahun-tahun.

STAT, yang sejak berdirinya pada 2015 selalu mengikuti pedoman AP Stylebook, kini dihadapkan pada pilihan: apakah akan mengadopsi perubahan ini atau tetap mempertahankan format lama. Sayangnya, keputusan ini justru memecah belah ruang redaksi kami.

Perubahan ini bukan sekadar soal tata bahasa. Bagi sebagian kalangan, penulisan satu kata dianggap lebih efisien dan modern. Namun, bagi yang lain, perubahan ini dinilai terlalu cepat dan tidak mempertimbangkan konsistensi dengan praktik yang sudah mapan selama ini.

Mengapa AP Stylebook Mengubah Aturan Ini?

Menurut AP, alasan utama perubahan ini adalah untuk menyelaraskan dengan penggunaan yang semakin umum di masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, banyak media dan penulis yang secara sukarela menggunakan satu kata untuk "health care". Misalnya, dalam kalimat "She works in healthcare" atau "Access to healthcare is a basic right".

Selain itu, perubahan ini juga bertujuan untuk menyederhanakan aturan penulisan, sehingga lebih mudah diingat dan diterapkan oleh jurnalis maupun pembaca. AP Stylebook sendiri dikenal sebagai pedoman yang fleksibel dan sering memperbarui aturannya sesuai dengan perkembangan bahasa.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Perubahan ini menuai beragam tanggapan. Beberapa media massa besar seperti The New York Times dan The Washington Post telah menyatakan akan mengikuti aturan baru ini. Sementara itu, ada pula media yang memilih untuk tetap menggunakan format dua kata demi menjaga konsistensi dengan arsip lama mereka.

Di kalangan akademisi dan praktisi bahasa, perubahan ini juga menjadi bahan perdebatan. Beberapa ahli bahasa berpendapat bahwa perubahan ini merupakan langkah yang positif karena mencerminkan evolusi bahasa Inggris. Namun, ada pula yang mengkritik perubahan ini dianggap terlalu cepat dan tidak mempertimbangkan dampaknya terhadap pemahaman pembaca.

Bagaimana STAT Akan Menyikapi?

Sebagai media yang berfokus pada berita kesehatan, STAT memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memastikan bahwa setiap kata yang digunakan dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca. Saat ini, tim redaksi STAT tengah melakukan diskusi intensif untuk menentukan apakah akan mengadopsi perubahan ini atau tidak.

Salah satu pertimbangan utama adalah dampak terhadap pencarian di mesin pencari (SEO). Jika mayoritas pembaca sudah terbiasa mencari frasa "health care" dalam dua kata, perubahan ini berpotensi mengurangi visibilitas konten kami di mesin pencari. Namun, jika kami tetap menggunakan format lama, kami mungkin dianggap ketinggalan zaman oleh pembaca yang sudah terbiasa dengan satu kata.

Selain itu, STAT juga mempertimbangkan dampak terhadap gaya penulisan jurnalistik. Apakah perubahan ini akan memengaruhi kredibilitas kami di mata pembaca? Ataukah ini hanya sekadar perubahan administratif yang tidak memiliki dampak signifikan?

"Perubahan ini bukan hanya soal tata bahasa, tetapi juga soal bagaimana kita berkomunikasi dengan pembaca. Kami harus memastikan bahwa setiap keputusan yang kami ambil dapat meningkatkan pemahaman dan kenyamanan pembaca."
— Seorang editor senior di STAT

Apa yang Harus Dilakukan oleh Media Lain?

Bagi media lain yang tengah mempertimbangkan untuk mengikuti perubahan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Konsistensi: Pastikan perubahan ini diterapkan secara konsisten di seluruh konten. Jangan sampai ada artikel yang menggunakan satu kata dan ada pula yang menggunakan dua kata.
  • Komunikasi dengan Pembaca: Beri tahu pembaca tentang perubahan ini melalui editorial atau catatan redaksi. Hal ini penting untuk menghindari kebingungan.
  • Evaluasi Dampak SEO: Lakukan analisis terhadap dampak perubahan ini terhadap lalu lintas pencarian. Jika diperlukan, sesuaikan strategi SEO untuk memastikan konten tetap mudah ditemukan.
  • Pertimbangkan Arsitektur Konten: Jika media Anda memiliki arsip lama yang menggunakan format dua kata, pertimbangkan untuk membuat pengalihan (redirect) agar pembaca tetap dapat menemukan konten lama dengan mudah.

Kesimpulan

Perubahan aturan penulisan "health care" menjadi satu kata oleh AP Stylebook adalah langkah yang kontroversial namun penting untuk dipertimbangkan. Bagi media, keputusan untuk mengikuti perubahan ini atau tidak bukanlah hal yang mudah. Namun, yang terpenting adalah memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil dapat meningkatkan kualitas konten dan kenyamanan pembaca.

STAT akan terus memantau perkembangan ini dan berkomitmen untuk memberikan informasi kesehatan yang akurat dan mudah dipahami oleh semua pembaca.

Sumber: STAT News