Jika diminta memilih empat merek yang dianggap paling mewakili Amerika Serikat di seluruh dunia, jawabannya mungkin Levi’s, Harley-Davidson, McDonald’s, dan Budweiser. Merek-merek ini tidak hanya dikenal luas, tetapi juga memiliki identitas yang erat dengan nilai-nilai Amerika.

Budweiser kini memanfaatkan momen langka ini untuk merayakan ulang tahun ke-150 sekaligus menyambut peringatan 250 tahun Amerika Serikat. Melalui kampanye musim panas terbaru, merek ini meluncurkan iklan berjudul “Great Delivery”, yang menampilkan perjalanan Budweiser Clydesdales melintasi negeri dengan membawa pesan kebanggaan nasional.

Kampanye ini juga menghadirkan kaleng edisi terbatas bertema patriotik serta dukungan terhadap organisasi nirlaba Folds of Honor, yang membantu keluarga veteran dan pekerja pertahanan. Iklan tersebut dimeriahkan dengan lagu “We’re an American Band” dari Grand Funk Railroad, menciptakan suasana semangat kebangsaan yang kuat.

Momen Bersejarah yang Tak Terulang

Todd Allen, Wakil Presiden Senior Anheuser-Busch, menekankan pentingnya momen ini. Menurutnya, ulang tahun ke-150 yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun Amerika bukan sekadar kesempatan pemasaran biasa.

"Merek yang telah menjadi bagian dari sejarah suatu negara selama lebih dari setengah abad memiliki tanggung jawab untuk merayakan warisan bersama dan orang-orang yang terlibat di dalamnya," ujar Allen.

Allen menambahkan, Budweiser harus menjadikan tahun 2024 sebagai tahun yang luar biasa, layaknya perayaan Super Bowl. Meskipun iklan “Great Delivery” menjadi langkah awal yang menarik, harapannya adalah kampanye ini akan terus berkembang dengan karya-karya yang lebih inspiratif sepanjang musim panas.

Dari Super Bowl hingga Warisan Budweiser

Budweiser telah memulai tahun ini dengan sangat baik melalui iklan Super Bowl berjudul “American Icons”, yang menampilkan persahabatan antara seekor kuda Clydesdale dan seekor elang botak. Jika merek ini benar-benar menganggap momen ini lebih dari sekadar kesempatan pemasaran, maka pendekatan yang lebih mendalam sangat diperlukan.

Kaleng edisi terbatas memang menarik, tetapi ini bukan pertama kalinya Budweiser melakukannya—sebelumnya pernah dilakukan pada 2016 untuk merayakan ulang tahun ke-140. Namun, ada ide yang lebih ambisius untuk musim panas ini: mengangkat kisah pendiri Budweiser, Adolphus Busch, dalam bentuk seri mini.

Pada Super Bowl 2017, Budweiser pernah merilis iklan “Born the Hard Way”, yang menceritakan perjalanan Adolphus Busch dari Jerman ke Amerika Serikat pada 1857 dan pertemuannya dengan Eberhard Anheuser. Dengan kemitraan Anheuser-Busch InBev dan Netflix, mengapa tidak mengembangkan kisah ini menjadi seri mini yang lebih panjang? Sutradara seperti Peter Berg, yang ahli dalam menggabungkan konten Hollywood dan brand, bisa menjadi pilihan tepat untuk mewujudkannya.

Di tengah polarisasi politik yang semakin meningkat, merenungkan sejarah bersama bisa menjadi cara yang efektif untuk menyatukan. Kisah Adolphus Busch memiliki semua unsur yang dibutuhkan: perjalanan seorang imigran, semangat Amerika Barat, drama kewirausahaan, dan tentu saja, bir. Jika Budweiser serius merayakan warisan Amerika, mengapa tidak menjadikan momen ini lebih dari sekadar iklan?