Madison Sheahan, mantan deputi direktur ICE yang dipilih oleh Gubernur South Dakota Kristi Noem untuk mengawasi anggaran miliaran dolar lembaga tersebut, gagal memenangkan pencalonan kongres di pemilihan utama Partai Republik Ohio, Rabu (28/5).
Sheahan berada di posisi ketiga ketika Associated Press mengumumkan kemenangan mantan anggota DPRD Ohio, Derek Merrin, di distrik kongres ke-9 Ohio. Distrik ini dianggap sebagai salah satu target utama Partai Republik untuk merebut kursi dari Demokrat, yang saat ini dipegang oleh Marcy Kaptur selama 22 periode.
Sheahan meninggalkan posisinya di ICE untuk mencalonkan diri sebagai anggota kongres. Ia meninggalkan jabatan tersebut tak lama setelah Noem diberhentikan secara mendadak dari jabatan gubernur. Dalam masa jabatannya di ICE, Sheahan dilaporkan menghamburkan jutaan dolar pajak untuk 2.500 mobil dinas dengan branding ICE yang mencolok. Mobil-mobil tersebut dihiasi logo ICE berukuran besar, garis merah, dan stiker emas nama Presiden Donald Trump di bagian belakang.
Mobil-mobil mewah ini pertama kali muncul dalam video Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang bertujuan untuk mempromosikan citra ICE. Namun, armada tersebut terbukti tidak berguna bagi agen ICE yang lebih memilih menggunakan mobil tak beridentitas untuk melakukan operasi penangkapan.
Di jalur kampanye, Sheahan mengandalkan rekam jejaknya di ICE. Namun, analis politik menemukan bahwa isu imigrasi tidak menjadi faktor utama dalam pemilihan ini. Masalah ekonomi seperti lapangan kerja dan tarif menjadi perhatian utama pemilih, menurut laporan The Washington Post.
Kekalahan Sheahan juga dianggap sebagai indikator awal mengenai penerimaan publik terhadap kebijakan imigrasi Trump. Kegagalan ini dapat menjadi pertanda buruk bagi kandidat lain yang terlalu dekat dengan inisiatif kebijakan presiden yang tidak populer tersebut.