Film 'Michael' Menuai Kritik Pedas, Tapi Box Office Melonjak
Film biografi terbaru tentang Michael Jackson, berjudul Michael, menargetkan rekor pembukaan akhir pekan. Sayangnya, film ini justru menuai kegagalan kritis. Meskipun mengangkat kisah hidup sang Raja Pop, film ini dianggap gagal menyoroti sisi gelap masa lalunya.
Dibintangi oleh Jaafar Jackson—keponakan Michael Jackson—film ini mengisahkan perjalanan sang idola sejak masa kecil hingga puncak kariernya di tahun 1980-an. Dengan alur cerita yang dipenuhi lagu-lagu hits Jackson, film ini tampak menjanjikan. Namun, kenyataannya berbeda.
Kritik Menyerang Film Ini karena Menghindari Kontroversi
Film ini menuai banyak kritik karena dianggap menyederhanakan atau bahkan menutupi sisi gelap hidup Michael Jackson. Salah satu sorotan utama adalah ketidakhadiran kasus pelecehan seksual yang menimpa Jackson pada tahun 1993, yang sempat menjadi pembicaran publik setelah dokumenter Leaving Neverland dirilis pada 2019.
Meskipun Jackson dibebaskan dalam sidang tahun 2005, reputasinya tidak pernah pulih sepenuhnya. Film ini dianggap mencoba membersihkan citra sang legenda, tetapi dengan cara yang dianggap tidak tepat.
"Ada adegan yang hanya bisa disebut sebagai pemutihan sejarah, menjadikan Michael Jackson seolah-olah tanpa cela, seakan-akan ini adalah upaya terencana untuk memperbaiki reputasi."
"Film ini meluncurkan sarung tangan berlian untuk menutupi warisan buruk sang bintang pop."
Kegagalan dalam Penyajian Cerita
Selain kontroversi yang dihindari, film ini juga dikritik karena ceritanya yang datar dan tidak berjiwa. Siddhant Adlakha dari IGN menulis, "Michael melakukan hal yang mustahil: membuat Raja Pop terasa membosankan. Film ini begitu fokus pada poin-poin penting dan momen-momen terkenal, tetapi kehilangan esensi karakter dan kedalaman cerita."
Pembelaan dan Kontroversi di Media Sosial
Beberapa pembela film berargumen bahwa alur cerita hanya berfokus pada periode sebelum tahun 1987, sehingga kontroversi tersebut tidak dimasukkan. Namun, kritik justru menilai hal ini sebagai upaya menghindari topik sensitif.
Di media sosial, banyak yang membandingkan film ini dengan biografi tokoh kontroversial lainnya yang diakhiri sebelum skandal mereka terungkap. Contohnya, biografi O.J. Simpson yang berakhir setelah ia memenangkan Heisman Trophy, atau biografi Harvey Weinstein yang berakhir setelah ia meraih Oscar untuk Shakespeare in Love.
Potongan Adegan Kontroversial Dibuang
Awalnya, film ini direncanakan memiliki tiga babak, dengan babak ketiga akan membahas kasus pelecehan seksual yang menimpa Jackson. Namun, adegan tersebut akhirnya dipotong. Menurut laporan, para pengacara dari Estate Jackson—produser film—menyarankan untuk menghapus adegan tersebut setelah proses syuting selesai.
Kesuksesan Box Office Meski Kritik
Meski menuai banyak kritik, film Michael diprediksi akan meraup sekitar $70 juta di akhir pekan pembukaannya. Hal ini menunjukkan bahwa daya tarik nama besar Michael Jackson masih mampu menarik penonton, meskipun kualitas filmnya dipertanyakan.
Kisah ini menjadi bukti bahwa keberhasilan komersial tidak selalu sejalan dengan apresiasi kritis. Apakah film ini akan bertahan di bioskop atau hanya menjadi catatan sejarah, masih menjadi tanda tanya.