Ford Motor Company mencatatkan kinerja kuartal pertama yang solid dengan pendapatan dan laba bersih yang meningkat, meskipun diwarnai oleh catatan merah sebesar $1,3 miliar dari Mahkamah Agung Amerika Serikat. Pencapaian ini menunjukkan ketahanan perusahaan di tengah tantangan ekonomi global.
Pendapatan dan Laba Meningkat Signifikan
Pada kuartal pertama tahun 2026, Ford mencatatkan pendapatan sebesar $43,3 miliar, naik 6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perusahaan mencapai $2,5 miliar, sementara laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) yang disesuaikan mencapai $3,5 miliar.
Salah satu faktor utama di balik pencapaian ini adalah pengembalian pajak ilegal sebesar $1,3 miliar melalui mekanisme one-time IEEPA tariff benefit. Dana ini berasal dari tarif yang diterapkan pemerintah AS sebelumnya, yang kini dikembalikan kepada Ford setelah melalui proses hukum.
Divisi Model e dan Ford Blue Menunjukkan Perbedaan Kinerja
Divisi Ford Model e, yang fokus pada kendaraan listrik, berhasil mengurangi kerugiannya menjadi $777 juta pada kuartal pertama. Meskipun masih merugi, angka ini menunjukkan perbaikan dibandingkan kerugian $849 juta pada kuartal pertama tahun 2025.
Di sisi lain, divisi Ford Blue yang memproduksi kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel mencatatkan laba lebih dari $1,9 miliar. Kinerja ini didorong oleh penjualan kuat model seperti Bronco, Explorer, dan Expedition. Meskipun penjualan F-Series turun 16% akibat masalah pasokan aluminium, perusahaan tetap optimis dengan posisi pasarnya.
Prospek Masa Depan dan Tantangan yang Dihadapi
Ford meningkatkan proyeksi kinerja untuk tahun 2026, dengan memperkirakan EBIT yang disesuaikan antara $8,5 miliar hingga $10,5 miliar. Perusahaan juga menargetkan arus kas bebas yang disesuaikan sebesar $5 miliar hingga $6 miliar, serta pengeluaran modal sebesar $9,5 miliar hingga $10,5 miliar.
Namun, Ford mengingatkan bahwa proyeksi ini tidak mempertimbangkan dampak potensial dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah atau penurunan ekonomi yang signifikan di AS. Saat ini, Selat Hormuz yang tertutup dan kenaikan harga bahan bakar menjadi ancaman serius bagi industri otomotif.
Upaya Efisiensi dan Inovasi untuk Masa Depan
Untuk meningkatkan efisiensi, Ford berhasil mengurangi biaya material dan garansi sebesar $1,5 miliar pada tahun lalu. Pada tahun 2026, perusahaan menargetkan pengurangan biaya tambahan sebesar $1 miliar.
Ford juga mengumumkan bahwa 80% portofolio kendaraan di Amerika Utara akan diperbarui pada tahun 2029. Pembaruan ini mencakup peluncuran F-150 generasi baru, F-Series Super Duty, dan truk listrik berukuran menengah yang telah lama dinantikan.
Dengan cadangan kas sebesar $22 miliar dan rencana pembagian dividen sebesar 15 sen per saham pada tanggal 1 Juni, Ford menunjukkan komitmennya untuk memberikan nilai kepada para pemegang saham, meskipun harga saham saat ini berada di sekitar $12.