Perseteruan Dua Tokoh MAGA Terbongkar di Media Sosial
Gerakan pro-Trump atau MAGA tengah mengalami perpecahan internal yang semakin terbuka. Dua tokoh terbesarnya, mantan anggota Kongres Marjorie Taylor Greene dan podcaster Benny Johnson, saling serang di media sosial pada Rabu (14/8). Konflik ini dipicu oleh serangan Johnson terhadap Thomas Massie, anggota Kongres dari Kentucky.
Johnson Menyerang Massie dengan Tuduhan Kontroversial
Johnson menuding Massie, yang dikenal sebagai kritikus tegas terhadap Presiden Donald Trump, telah membayar uang tutup mulut sebesar $5.000 kepada mantan pacarnya, Cynthia West. West mengklaim bahwa Massie menawarkan pembayaran tersebut untuk menarik tuntutan pemberhentian yang salah terhadap salah satu rekan dekatnya, Victoria Spartz. Massie, yang tengah mencalonkan diri kembali pada November mendatang, membantah semua tuduhan tersebut.
Johnson tidak hanya menyerang Massie, tetapi juga membandingkan kasusnya dengan skandal Eric Swalwell, yang baru-baru ini runtuh setelah dituduh melakukan pelecehan seksual dan pemerkosaan oleh beberapa wanita. Perbandingan ini menuai banyak kritik.
Greene Menentang Johnson: "Influencer Pembuat Propaganda"
Greene, yang merasa tidak terima dengan serangan Johnson, menanggapinya dengan keras. "Ini adalah contoh sempurna bagaimana membongkar kebohongan para influencer media sosial yang dibayar untuk menyebarkan propaganda," tulis Greene dalam cuitannya.
Greene juga menegaskan bahwa Johnson tidak memberikan "kesopanan" untuk menanyakan kebenaran tuduhan tersebut. Ia bahkan menyebut Johnson sebagai teman sebelumnya, sebelum akhirnya menarik pernyataan tersebut.
Johnson Balik Menyerang: "Saya Hanya Melakukan Pekerjaan Saya"
Johnson tidak tinggal diam. Ia membalas Greene dengan pernyataan tegas: "Saya tahu banyak orang menjadi sangat rapuh dan emosional akhir-akhir ini. Izinkan saya menjelaskan dengan tenang: Saya membahas topik berita yang sedang tren di acara saya. Saya berhak memiliki pendapat atas hal tersebut. Saya melayani audiens saya. Itu adalah pekerjaan saya. Dan tidak seperti Anda, saya tidak akan lari dari pekerjaan saya saat keadaan sulit."
Greene Menuduh Johnson sebagai "Pembohong Terkenal"
Greene tidak berhenti sampai di situ. Ia kembali menyerang Johnson dengan tuduhan yang lebih keras. "Anda adalah pembohong busuk @bennyjohnson. Dan untuk jelas, kami TIDAK PERNAH menjadi teman. Anda hanya menyebarkan kebohongan yang sedang tren dan dibayar untuk itu. Ini adalah tingkat terendah dari MAGA," tulisnya.
Greene juga menyebutkan rumor yang ia dengar tentang Johnson, termasuk tuduhan mengenai perilaku tidak pantas terhadap pria muda di konferensi konservatif, klaim bahwa ia "dibayar oleh Rusia dan Israel," serta tuduhan plagiarisme konten dan artikel milik orang lain.
Johnson membalas dengan nada sinis: "Lagi-lagi drama dan kejatuhan. Saya mengerti," sambil menyebut tuduhan tersebut sebagai "fitnah tanpa bukti."
Dampak Perpecahan dalam Gerakan MAGA
Perseteruan ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat di dalam gerakan pro-Trump. Ketidakcocokan antara tokoh-tokoh utama dalam gerakan ini dapat melemahkan dukungan terhadap Trump menjelang pemilihan umum mendatang. Selain itu, perpecahan ini juga membuka peluang bagi lawan politik untuk memanfaatkan kelemahan internal dalam kubu Trump.